BUDIDAYA KERANG MUTIARA, RAMAH LINGKUNGAN BEROMZET MILYARAN RUPIAH

Untuk meningkatkan potensi kelautan sekaligus merehabilitasi biota laut, sebagian nelayan di Banyuwangi Jawa Timur, menggeluti usaha budidaya kerang mutiara. Selain mampu memberi keuntungan besar hingga miliaran rupiah, ternyata usaha ini juga ramah lingkungan.

Budidaya kerang mutiara ini dilakukan para nelayan Kecamatan Muncar, persisnya di Perairan Teluk Banyu Biru. Usaha di sektor kelautan tersebut sedang didorong oleh Pemerintah setempat, selain mampu memberi keuntungan yang tinggi, juga ramah lingkungan. Alapagi, jenis kerang mutiara tak bisa dibudidayakan di sembarang tempat, namun harus mempunyai setandart perairan yang jernis serta belum terkontaminasi dengan pencemaran air laut.

Taufik, salah satu nelayan yang lebih memilih usaha budidaya kerang mutiara sejak 2006 lalu, beralasan keuntungan yang diperolehnya sanggat menjanjikan. Bahkan, dari 112 ribu kerang mutiara miliknya yang tersebar di laut seluas 135 hektar, per sekali panen atau dua tahun sekali mampu menghasilkan 50 sampai 60 kilogram mutiara. Dalam penjualannya, nelayan pun tak perlu kesulitan. Perusahaan asal Australia selalu siap membeli dengan harga 150 ribu per gram mutiara.

Usaha ini banyak diminati nelayan karena perawatan kerang mutiara relatif mudah. Hanya perlu dilakukan pembersihan jika kerang terlihat kotor. Dan jika yang ada kerang yang terkena penyakit merah, cukup di bumbuhi garam saja, maka penyakit langsung sirna.

Untuk mencari tempat yang tidak tercemar dan masih bersih, para pembudidaya cukup meletakknya sekitar empat mil dari pemukiman atau jika di tempuh dengan perahu membutuhkan waktu dua jam untuk sampai di lokasi budidaya kerang mutiara. Budidaya ini juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Karena dengan adanya budidaya tersebut biota laut, seperti ikan dan terumbu karang kembali pulih seperti semula.

0 comments:

Post a Comment