This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

PESONA KEINDAHAN DANAU RAWAPENING DAN KEUNIKAN RUMAH APUNG DITENGAH RAWA

Danau Rawapening di kabupaten Semarang, Jawa Tengah menyimpan berjuta pesona bagi para wisatawan yang mengunjunginya. Udara sejuk dan pemandangan nan eksotis membuat wisatawan nyaman berada di tengah danau terbesar di kabupaten Semarang tersebut. Sejumlah keunikan seperti rumah apung dan karamba ikan, menambah kenyamanan para pengunjung (31/12/2016.)

Dari Dermaga yang cukup sederhana di bibir rawa, belasan perahu motor milik warga sekitar Rawapening, siap mengantar para wisatawan berkeliling danau Rawa. Dengan biaya sebesar 60 ribu rupiah untuk menyewa sebuah perahu motor berkapasitas 6 orang kita bisa berkeliling danau Rawapening. Meski tarif yang ditawarkan cukup murah, namun sensasi yang didapatkan bukan murahan, sehingga tak akan membuat para wisatawan kecewa.

Faktor keselamatan tetap menjadi nomor satu, untuk itu para wisatawan pun diwajibkan menggunakan pelampung saat menaiki perahu motor. Deru suara mesin perahu motor dan hembusan angin Rawa yang cukup kencang akan langsung menyambut para wisatawan saat perahu mulai berjalan meninggalkan dermaga. Hamparan enceng gondok yang menutup sebagain danau Rawapening, akan menjadi pemandangan penyambut yang cukup indah saat kita mulai berjalan menyusuri danau Rawapening ini.

Sekitar 5 menit menyusuri danau Rawapning, perahu pun sampai di komplek karamba yang dikelola oleh warga. Di komplek karamba ini, para wisatawan bisa melihat berbagai jenis ikan tawar yang dibesarkan di danau Rawapening ini. Ikan nila dan ikan gurame, menjadi komoditi paling dbanyak dipilih oleh warga untuk dibesarkan ditengah tengah danau Rawapening ini.

Para wisatawan juga bisa melihat rumah karamba yang cukup unik, karena dibangun diatas air dengan penopang puluhan drum kosong yang dirangkai menjadi satu sehingga bisa menjadi pondasi rumah apung yang cukup kuat.

Susilo, warga yang sudah 7 tahun memulai usaha pembesaran ikan ditengah danau Rawapening ini, mengaku banyak sekali wisawatan yang mengunjungi karambanya. Dan tak sedikit dari mereka yang menginginkan adanya tempat untuk menginap maupun rumah makan yang ada ditengah Rawapening, karena keindahan pemandangan dari tengah Rawapening.

Setelah puas melihat keramba pembesar ikan ditengah danau Rawapening dan melihat keunikan rumah apung, saatnya wisatawan kembali berkeliling danau Rawapening. Banyak hal menarik yang bisa dilihat oleh wisatawan ditengah danau Rawapeing ini. Seperti kegiatan para nelayan yang mencari enceng gondok ini misalnya.

Sebagian besar para nelayan di danau Rawapening ini memang berprofesi sebagi pencari enceng gondok. Hal ini disebabkan populasi enceng di danau Rawapeing ini sudah menutupi hampir setengah dari luas danau, dan enceng gondok memiliki nilai ekonomis yang cukup baik jika dijual kepada para pengepul. Itulah mengapa jika kita sedang ditengah danau akan sering menjumpai melayan membawa enceng gondok dengan perahu mereka.

Pesona keindahan bukit cinta, akan terlihat dari tengah danau Rawapening ini. Karena lokasinya yang tepat ditepi danau, maka kita bisa melihat patung ular raksasa terlihat mengelilingi setengah dari.

Nah bagi anda yang mencari lokasi berlibur di kabupaten Semarang, tak ada salahnya untuk menikmati pesona alam bukit cinta Rawapening, yag ada di desa rowoboni, kecamatan banyubiru, kabupaten Semarang.

BERZIARAH KE MAKAM SYEKH SITI JENAR

Untuk menuju Makam Syekh Siti Jenar, kita cukup mengikuti arah jalan menuju sebuah pusara di Desa Balong Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (24/12/2016.)

Tak ada yg istimewa dengan pusara tersebut, bahkan terkesan sederhana dan kurang terawat. Pohon-pohon besar berusia puluhan tahun mengelilingi lokasi pusara seluas kurang lebih 60 Meter persegi itu. Kondisi ini memang mirip dengan perjalanan hidup tokoh Manunggaling Kawulo Gusti tersebut yang terasing dari tokoh wali lainnya.

Mbah Nursid, juru kunci makam Siti Jenar mengatakan, ada 8 Makam yang tersebar di beberapa wilayah yang diklaim sebagai makam Siti Jenar. Namun, semuanya tidak memiliki bukti sejarah yang valid. Kepastian Makam yang ia jaga sebagai makam jasad tokoh wihdatul wujud tersebut berdasarkan penuturan dari orang tuanya secara turun temurun. Karena itu, kata Mbah Nursid, kembali pada keyakinan masing-masing.

Bagi kita, apakah Makam di desa Balong yang berjarak 37 km dari kota Jepara tersebut merupakan makam asli Syekh Siti Jenar atau bukan, itu tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah makam tersebut telah mengingatkan saya pada nilai keikhlasan dan kemurnian jiwa yang selalu diperjuangkannya melalui ajaran Manunggaling Kawulo Gusti, hingga beliau rela hidup terasing termasuk dihukum mati sekalipun.

Salah satu nasehat beliau yang terkenal dan bisa menjadi renungan kita adalah 'jiwa suci dan tenang jauh lebih berharga dari pada harta sebanyak apapun. Peliharalah kesucian dan ketenangan jiwa". Demikian tulisan yang tertera di spanduk Mushalla setempat.

JALAN-JALAN KE GUA PASSEA, GUA PENINGGALAN PRASEJARAH

Memilih tempat wisata tidak harus ke pantai atau ke kebun binatang. Namun, tempat wisata bisa dilakukan di mana saja, salah satunya di dalam perut bumi yakni Goa Passea atau Goa Penderitaan. Di dalam goa tersebut kita menemukan berbagai macam keindahan jaman peninggalan prasejarah, seperti manik-manik kaca, sisa kendi maupun guci peninggalan negara luar serta peti mati beserta tulang belulang milik manusia purba yang masih asli dan masih terjaga kelestariannya.

Untuk memasuki Goa Passea yang berlokasi di Desa Ara, Kecamatan Bonto Tiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan tersebut, kita harus melewati batu karang dan semak belukar yang dikelilingi gundukan tanah pegunungan dengan menyusuri jalan setapak sejauh berjalan kaki sejauh 500 meter. Untuk memasuki goa harus berhati-hati, karena mulut goa berada dibawah tanah yang sedikit dtutupi semak belukar.

Menurut Penemu gua, Muhannis, goa ini adalah goa passea atau dalam bahasa daerah ara khas Bontotiro, Passea diartikan penderitaan jadi goa ini disebut goa penderitaan di mana tempat tersebut merupakan tempat pemakaman manusia purba.

Penasaran dengan keindahan yang terdapat di dalam perut bumi ini, Muhannis kemudian melakukan penelitian dengan mendatangkan peneliti purbakala. Ternyata hasilnya, seluruh isi goa ini masih asli.

Untuk turun ke dasar goa harus melewati anak tangga yang disusun dari batu karang dan berpegangan di antara ranting atau akar pohon besar yang tumbuh di sekitar mulut goa.

Lelahnya perjalanan jauh akan terbayarkan dengan keindahan di dalam goa passea. Di depan pintu masuk goa passea, kita akan menjumpai batu yang telah tersusun rapi menyerupai perempuan berambut panjang menghadap kebelakang serta lubang batu tempat bersemedi.

Selain itu, di dalam goa ini kita bisa menemukan banyak batu yang dapat memancarkan kilauan seperti manik-manik kaca yang merupakan bukti persahabatan dengan india selatan yang ada diperkirakan ada sejak 500 sebelum masehi.

Banyaknya kilauan manik-manik itu dapat kita saksikan dibagian lantai dua goa, namun untuk naik keatas kita harus melewati anak tangga yang dibuat dari potongan batang pohon oleh muhannis dan kawannya. Hal itu dilakukan agar memudahkan pengunjung dapat menikmati kilauan kristal disetiap dinding goa yang terletak di lantai dua itu.

Jangan langsung puas sebelum melihat peninggalan - peninggalan prasejarah di dalam goa penderitaan ini, disini kita masih bisa menemukan peti mati kuno yang lengkap dengan tengkorak manusia purba.

Selain tengkorak yang kita jumpai, para wisatawan ini pula juga bisa melihat peninggalan sisa-sisa tempat makan berupa kendi maupun guci yang berasal dari china, kamboja, vietnam maupun dari daerah itu sendiri.

Dari cerita dari mulut ke mulut membuat banyak wisatawan lokal maupun asing datang berkunjung ke dalam goa tersebut. Pada umumnya wisatawan penasaran dengan cerita keindahan yang terdapat di dalam goa. Seperti yang dialami oleh pemuda asal kabupaten sinjai ini, wahyudi.

Untuk menjaga kelestarian goa itu sendiri, Muhannis mengajak pemuda ara lainnya, bersama-bersama bergotong royong secara berkala membersihkan semak belukar terutama jalan yang akan dilaluinya, hal itu dilakukan, agar memudah wisatawan yang akan berkujung ke dalam goa tersebut tidak mengalami hambatan.

WISATA EDUKASI TAMAN KUPU-KUPU PALEMBANG

Palembang menjadi daerah kelima yang memiliki taman Kupu-Kupu disamping 4 kota ainnya di Indonesia. Meski koleksinya masih minim, namun taman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Palembang, untuk dapat melihat kecantikan hewan yang memiliki warna bermacam-macam itu.

Taman wisata edukatif itu berada di daerah Gandus, atau sekitar 20 menit dari pusat kota Palembang selalu ramai dikunjungi warga yang ingin melihat koleksi taman Kupu-Kupu tersebut.

Taman Kupu-Kupu yang memiliki luas 1000 meter persegi ini diyakini merupkan taman Kupu-Kupu kelima terbesar di Indonesia, setelah di Bali dan Bandung, dan taman kedua setelah Lampung di Pulau Sumatera.

Di taman ini pengunjung dapat melihat dari dekat sekiat 200 ekor Kupu-Kupu dari 11 jenis, yang ditangkarkan sendiri oleh pengelolanya, ruangan penagkarannya pun berada di dalam taman, dengan ruangan tersendiri yang dibuat sedemikan rupa sehinga kepompong dapat berkembang.

Namun karena masih baru, jenis atau koleksi Kupu-Kupunya masih seragam mulai dari warna sayapnya, yang terlihat lebih banyak dominan hitam.

Pemerintah kota Palembang yang merancang taman Kupu-Kupu tersebut memang merencanakan untuk terus mengembangkan taman Kupu-Kupu tersebut, karena lahan yang ada masih cukup luas, termasuk membangun infrastruktur jalan menuju lokasi tersebut.

Data Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) menyebutkan, sekitar 1.600 jenis dari 17.500 jenis Kupu-Kupu di dunia ada di Indonesia, peluang inilah yang membuat pontensi wisata edukasi untuk taman Kupu-Kupu dapat berkembang.

NIKMATNYA CAMPOR LORJUK KHAS PANTAI SELATAN MADURA

Bila anda penikmat makanan ikan laut, tidak ada salahnya untuk mencicipi masakan Campor Lorjuk di Desa Pademawu Kabupaten Pamekasan Madura. Selain nikmat, Campor Lorjuk di percaya mampu meningkatkan stamina kaum pria, karena mengandung banyak gizi terutama kaya akan protein.

Ikan Lorjuk adalah salah jenis ikan yang banyak berkembangbiak di pantai selatan Pulau Madura. Saat air laut surut, para ibu ibu rumah tangga disekitar pesisir pantai, biasanya memanfaatkan waktu mereka mencari ikan Lorjuk. Selain untuk kebutuhan makanan sendiri, Lorjuk biasanya dijual kepada pedagang Lorjuk. Ikan Lorjuk ini terdapat di dalam pasir pantai. Karena itu untuk mendapatkannya, para ibu ibu rumah tangga ini menggalinya dengan linggis.

Bagi warga Desa Pademawu, Lorjuk yang kaya protein dibuat lauk pauk, atau makanan has. Salah satunya adalah Campor Lorjuk. Sejak dulu kecamatan pademawu selalu identik dengan makanan hasnya Campor Lorjuk. Di beberapa warung warung makanan kita akan mendapatkan makanan hasnya Campor Lorjuk.

Salah satunya di rumah Ibu Rohailah. hampir setiap hari terutama hari minggu, desa pademawu selalu ramai dengan warga yang sedang jalan jalan ke Pantai Jumiang untuk sekedar mencicipi makanan has Campor Lorjuk. Warga yang datang ketempat ini biasanya adalah mereka yang ketagihan untuk mencicipi Campor Lorjuk.

Proses pembuatan Campor Lorjuk sederhana. Setelah dikeringkan dan di buang kulitnya, Lorjuk yang diperoleh dari pinggir pantai ini di goreng di atas wajan kurang tiga lebih tiga menit, Selanjutnya lalu diberi bumbu, bawang putih, bawang merah, jahe, pala dan cabe merah serta campuran kecambah, mie dan, krupuk.

Harga satu porsi Campor Lorjuk juga sangat terjangkau, terutama bagi pengunjung yang datang ke desa ini, yaitu hanya 5000 Rupiah. Sedangkan waktu berkunjungpun mulai panggi hingga sore hari. Jadi bila anda sedang berjalan jalan ke Kota Pamekasan tidak ada salahnya mencicipi masakan has yang satu ini.

SENSASI WISATA SUSUR SUNGAI BAKAU BALIKPAPAN

Berwisata pada dasarnya tidak harus mahal dan dapat dilakukan di mana saja. Sekedar menyusuri anak sungai hingga muara, ternyata dapat menjadi kegiatan wisata tersendiri yang sangat menyenangkan.

Susur sungai bakau kali ini dilakukan di Hutan Mangrove Graha Indah, kawasan mangrove yang terletak di bagian utara kota Balikpapan.Yang menarik, tempat ini bukanlah kawasan wisata komersial, melainkan adalah hutan bakau hasil konservasi garis pantai di tahun 90-an yang kini sudah menunjukkan keindahannya.

Lokasi tepatnya pun terletak tepat di belakang pemukiman warga. Kapal yang digunakan pun merupakan kapal ikan yang disewa dari para nelayan. Kendati begitu, kegiatan susur mangrove ini tak sedikitpun mengurangi kenikmatanberwisata.

Sekedar menikmati pemandangan nan asri atau menyalurkan hobi fotografi, ternyata dengan susur Mangrove ini cukup efektif mengurai ketengangan saraf setelah sepekan bergelut dengan rutinitas kerja.

Meskipun santai dan menyenangkan, peserta harus tetap waspada. Peserta dilarang memasukkan anggota badan ke dalam air. Sebab sungai Mangrove ini terhubung langsung dengan muara teluk Balikpapan yang merupakan habitat alami buaya muara.

Dari sini peserta dapat belajar. bahwa hutan mangrove melindungi kota Balikpapan dari erosi laut serta angin putting beliung. Hutan Mangrove juga menjaga keharmonisan habitat di sekitarnya. Jika terus lestari. hutan ini ke depan dipastikan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

PECAK BAUNG BUMBU MENTAH YANG SEDAP

Anda penggemar pecak? Masakan dengan santan bercampur bumbu mentah yang rasanya sulit dilupakan. Salah satu yang harus Anda cicipi adalah Pecak Ikan Baung, jenis ikan sungai yang dagingnya empuk dan gurih.

Cara memasaknya cukup dengan menyiramkan santan dan bumbu rempah mentah hingga membuat pecak terlihat lebih segar. Apalagi kalau disajikan pedas dengan cabe merah yang diulek lembut. Rasanya lebih menusuk.

Ikan Baung khas sungai yang masuk dalam kelompok catfish tawar sejenis lele ini bertekstur daging liat. Paling pas dimasak dengan pecak. Rasanya lebih meresap dan pedasnya menambah sensasi.

Karena bumbu mentah, cara memasaknya juga sangat sederhana. Ikan baung yang sudah dibersihkan digoreng dulu agar matang dan dagingnya gurih. Bumbu bawang. Jahe dan cabe serta kencur dihaluskan lalu dicampur dengan santan masak. Ikan baung yang telah digoreng lalu dimasukan dalam kuah santan. Ikan baung pun siap dihidangkan.

Di Restoran Merkusi Jalan Raya Rawalo Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, harga satu porsi pecak baung hanya 12 ribu rupiah. Selain pecak baung, Restoran Merkusi juga menyediakan aneka masakan ikan khas sungai di Kabupaten Banyumas.

CANTIK MODAL MENAMBAH PERCAYA DIRI

Kami yakin kita semua di sini ingin memiliki kulit kencang meskipun sudah berusia lanjut. Tapi, sayangnya penuaan kulit adalah satu hal yang tidak bisa dihindari. Memang, teknologi yang ada saat ini memungkinkan kita untuk memperlambat atau bahkan mencegah laju penuaan, entah itu dengan suntik botox, ataupun operasi plastik. Tapi, seperti yang kita juga tahu, kedua treatment tersebut bukan tanpa risiko, meskipun tidak dialami oleh semua yang melakukannya. Demikian disampaikan dr. Rizky Spk saat memberikan pengarahan dihadapan sekitar 75 ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gresik pada acara pertemuan rutin DWP di Gedung Putri Mijil, jum’at (14/10).

Perawatan wajah atau facial adalah prosedur perawatan untuk mengatasi masalah pada kulit wajah manusia. Masalah kulit wajah ini dapat berkaitan dengan tekstur, tekanan sel, warna, dan kesehatan secara keseluruhan, sementara prosedur yang dilakukan dapat mencakup pembersihan, eksfoliasi,penghilangan komedo, pemberian masker kecantikan,pemijitan, dan pemberian nutrisi.

Pada demo kali ini kami menggunakan Radio Frequency (RF). Manfaat dari RF adalah untuk merangsang pembentukan kolagen sehingga dapat mengecilkan pori-pori, mengurangi kantong mata yang kendur, menyamarkan keriput, menyegarkan kulit wajah dan mengencangkan kulit yang kendur, dan bagi ibu yang usianya 40 tahun ke atas kemungkinan besar akan mengalami flek hitam di wajahya, ini bisa dihilangkan dengan rutin pergi kesalon kecantikan dengan menggunakan RF, terkadang bagi remaja, di wajahnya sudah ada flek hitam, dimungkinkan karena jenetik. jelasnya.

Sementara itu Ketua DWP Kab Gresik Nyonya Joko sulistyo Hadi menjelaskan, bahwa demo kecantikan ini sangat perlu, mengingat anggota DWP sudah berusia, sehingga perlu penampilan agar tetap press saat melakukan tugas.

Pada dasarnya wajah yang sehat dan bersih itu merupakan dambaan setiap manusia terlebih wanita, dengan wajah yang kinclong membuat suami betah di rumah. Jadi pada kesempatan ini saya berharap khususnya ibu-ibu yang usianya diatas 40 tahun bisa memanfaatkan demo ini dengan baik dan benar. Bagaimanapun wajah wanita adalah modal utama dalam penampilan dan menambah percaya diri.

KEMARAU BASAH, PRODUKSI GARAM TURUN

Musim hujan masih menjadi momok bagi petani garam di Lamongan. Target produksi sebesar 30 ribu ton yang ditetapkan Pemkab Lamongan dipastikan sulit tercapai.

Pemkab Lamongan sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Suyatmoko melalui Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo sebenarnya sudah mengupayakan membuat rumah prisma yang mampu memproduksi garam lebih cepat.

Saat ini, sudah ada empat unit rumah pompa yang dibangun beserta tandon airnya. Dengan rumah prisma yang masing-masing berukuran 49 meter persegi tersebut, garam akan terbentuk dalam dua hari dengan masa panen seminggu setelahnya.

“Kedepan perlu diperbanyak lagi rumah prisma untuk petani garam. Karena rumah pompa ini jauh lebih efektif dan efisien dibanding dengan produksi garam di tempat terbuka yang harus menunggu hingga selama 40 hari. Itupun baru bisa dipanen dua minggu setelah garam terbentuk, “ katanya memberikan gambaran.

Ditambahkan olehnya, pada setiap meter persegi rumah prisma, mampu dihasilkan 1 kilogram garam.

Sementara dengan datangnya hujan yang lebih cepat. Dia menyebut realisasi produksi garam di tahun ini dipastikan akan tidak sebanyak tahun lalu.

“Tahun ini hujan datang lebih cepat. Di bulan-bulan yang biasanya masih kemarau, justru turun hujan, atau kemarau basah. Hal ini menyebabkan produksi garam yang sebelumnya ditargetkan 30 ribu ton sulit untuk bisa terealisasi, “ ujarnya.

Disebutkan olehnya, sampai dengan bulan September ini, realisasi produksi garam masih berkisar kurang lebih 1.000 ton. Itu jauh menurun, jika dibandingkan dengan realisasi bulan September tahun 2015 yang sudah mencapai 30 ribu ton.

Sedangkan di akhir tahun 2015, dari target 30 ribu ton, bisa terealisasi 38.804 ton produksi garam.

Selain itu, untuk luasan areal produksi garam tahun mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan untuk kegatan perikanan. Luas lahan garam di Lamongan tahun 2015 mencapai 213 ha, semntara tahun ini tinggal 200 ha.

Harga garam saat ini sebesar Rp 500 perkilogram. Harga ini termasuk tinggi karena biasanya hanya sebesar Rp 200 perkilogram, bahkan jika produksi banyak bisa hanya  mencapai Rp 150 perkilogram. Sedangkan untuk kualitas, garam di Kabupaten Lamongan termasuk dalam garam KW 1 yang biasanya digunakan dalam rintisan produksi.

 

JAJAN DESA TEMBUS PASAR RITEL MKDERN

Siapa bilang jajanan ndeso seperti keripik jagung, mbothe (umbi talas) atau sukun tidak bisa menjadi makanan berkelas. Sri Wahyuni (Yuni), pemilik UD Lembah Hijau dari Kecamatan Kedungpring bahkan sukses membawa jajanan ndeso Lamongan itu berada di rak display berbagai ritel modern.

Ditemui usai melakukan audiensi dengan Bupati Fadeli, Yuni menuturkan awal usahanya di tahun 2007 dikelolanya seperti ibu-ibu kebanyakan. Membuat jajanan keripik jagung, dikemas dalam wadah plastik sekedarnya, dan hanya dipasarkan di sekitar rumahnya.

Berbekal semangat untuk menjadi lebih baik, Yuni mulai rutin mengikuti berbagai pelatihan. Seperti yang dilakukannya di tahun 2008 dengan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan UPT Pendidikan Pelatihan dan Promosi Ekspor Surabaya.

Dari pelatihan itu, dia mulai meningkatkan kualitas produk dan terutama mengemas jajanan ndeso itu dengan kemasan yang lebih layak pasar. Berbagai pameran dagang pun rutin dia ikuti untuk memasarkan produknya.

Hasilnya, pesanan terus mengalir. Dia bahkan kemudian memutuskan keluar dari pekerjaan tetapnya di BPR Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK) di Kecamatan Glagah yang sudah digelutinya selama 16 tahun. Dari berbagai upaya promotifnya itu, produknya kemudian sukses menembus etalase berbagai ritel modern.

Nama ritel modern seperti Carrefour dan Giant di Surabaya kini rutin mengorder snack dari Yuni. Itu belum termasuk beberapa ritel modern di luar Pulau Jawa yang juga sudah menjadi konsumen tetap UD Lembah Hijau.

“Saat ini kami sudah menerima kontrak memasok snack untuk seluruh jaringan Alfamart di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali, “ ujar Yuni.

Konsumen tetap Yuni lainnya adalah Pemprov Jawa Timur. Mereka rutin memesan 2 ton keripik talas dan 3 ton keripik jagung setiap kali ada pameran atau event tertentu. Di mengungkapkan, kapasitas produksinya kini sudah mencapai 5 kwintal perhari untuk setiap jenis snack.

Penggunaan media internet sebagai sarana produksi membuatnya kini menjadi eksportir. Diceritakannya, di tahun 2014, ada seorang pengusaha Malaysia yang datang ke rumahnya, melihat proses produksi dan kualitas produknya. Rupanya dia mengetahui produk Yuni melalui internet dan tertarik untuk datang. “Dia kemudian sepakat untuk membeli snack jagung dan kami dipercaya untuk mengirimkan berbagai jenis snack lain.

Pengiriman pertama ke Malaysia kami lakukan di tahun 2015, sebanyak 2 kontainer yang berisi snack jagung, snack tempe, nangka, dan terung. Saat ini, kami rutin mengekspor snack Lamongan ke Malaysia 3 kali setahun, “ katanya bercerita.

Usaha yang dilakoninya bukannnya tanpa kendala. Yuni menyebut, untuk mencari pasar menurut dia tidak terlalu sulit. “Kendala kami di tenaga kerja dan bahan baku yang tidak bisa setiap saat tersedia, “ katanya.

Dia kemudian mencontohkan seperti bahan untuk membuat snack dari mbothe yang harus didatangkannya dari Rengel/Tuban. Meski mbothe banyak tersedia disana, namun tidak dengan tenaga kerjanya. “Terkadang mereka lebih memilih untuk bekerja ikut orang lain saat musim hajatan tiba, “ ujar dia.

Dia juga sempat membatalkan order yang sudah disepakati, gara-gara ibu-ibu yang membuat keripik dari bahan daun singkong di Kecamatan Sarirejo tidak mampu memenuhi banyaknya pesanan. “Padahal keripik buatan mereka berkualitas bagus, “ kisahnya.

Sementara intensitasnya untuk terus mengikuti berbagai pameran dagang bahkan membuat Wakil Bupati Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur memintanya untuk memberikan pelatihan di Penajam Paser Utara. Karena disana sukun melimpah, namun seperti tidak ada harganya.

Ketika ditanya soal persaingan usaha, Yuni menyebut sebuah perusahaan besar bahkan sudah menawari untuk memodali dengan nominal berapapun yang dibutuhkan untuk membuat pabrik besar. Namun itu harus dengan syarat, produknya diganti label produk perusahaan itu.

“Ya saya tolak tawaran itu. Saya sudah merintis usaha ini dari kecil sampai sedemikian. Tidak mungkin saya serahkan begitu saja ke orang lain. Belum lagi bagaimana nanti nasib karyawan dan mitra saya di berbagai daerah, “ katanya menjelaskan.

Sedangkan Bupati Fadeli mengaku bangga ada warganya yang mampu merintis usaha sedemikian rupa dengan membawa nama Lamongan. Dia kemudian memeirntahkan kepada Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Gunadi agar memfasilitasi kesulitan yang dialami Yuni. Seperti ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja.

“Usaha seperti ini, setelah kualitasnya diakui pasar, harus dijaga keberlangsungan produksinya. Seperti tadi yang disampaikan terkait tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku. Agar SKPD terkait, memberikan fasilitas sesuai dengan kewenangannya masing-masing, “ pesan Fadeli.

IBU RUMAH TANGGA BELAJAR PRODUKSI OLAHAN IKAN BANDENG

Berbeda ketika teori kemarin, saat ini Rabu (14/9/3016) para ibu rumah tangga Desa Kedanyang ini tampak lebih antusias untuk mengikuti praktik membuat rolade bandeng dana abon bandeng. Pelatihan yang bertempat di Balai Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Gresik Jawa Timur dikemas dalam kegiatan diseminasi kebijakan iklim usaha sektor industri Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan Gresik. 

Dua menu ini merupakan bagian dari 4 menu yang akan diajarkan kepada para ibu rumah tangga oleh instruktur dari Universitas International Semen Indonesia (UISI). Empat menu tersebut yaitu rolade, abon, ekado dan tempura. Kesemuanya berbahan dasar ikan bandeng. Dipilihnya bahan bandeng tersebut atas permintaan warga setempat, karena selama ini produksi bandeng di Desa setempat sangat melimpah. Saat musim panen bandeng, banyak ikan yang berukuran kecil terpaksa dijual murah. Nantinya kalau sudah bisa membuat makanan ini tentu akan memberikan nilai ekonomis.

Saat rolade bandeng diangkat dari penggorengan, semua para ibu yang ikut mencoba mencicipi. “Enak, saya akan mencoba dirumah” tutur Sriwahyuni (49) yang mencoba pertama kali. “Menu ini pasti laku dijual” tambahnya optimis. Hal senada juga disampaikan para perangkat Desa saat disuguhi menu karya ibu-ibu di desanya tersebut. “Sip” tutur Kades Kedanyang, Yasin.  

Dipilihnya ikan bandeng sebagai bahan pelatihan tersebut karena Desa Kedanyang adalah salah satu desa penghasil bandeng. Meski banyak perumahan baru yang berkembang di Desa ini, namun luas areal tambak masih 256,36 hektar dengan produksi sebanyak 1,5 ton per hektar. Hal ini seperti yang disampaikan Kades Kedanyang Almuah yang katanya,“Luas areal tambak di Kedanyang tidak pernah berkurang bahkan bertambah. Karena beberapa areal tambak baru yang mulanya areal persawahan kala musim tertentu menjadi areal tambak”

Selain difasilitasi oleh Pemerintah, Diskoperindag UKM juga mengajak PT Laras Food dan Universitas International Semen Indonesia (UISI) untuk memberikan pemahaman industry mulai dari yang paling dasar sampai pada pemasaran. Antusias para ibu tampak ketika pihak UISI menjelaskan tentang produksi dan memulai industry kecil baru. Beberapa pertanyaan itu misalnya, dimana harus membeli plastic ? bagaimana ijinnya ? bagaimana pemasarannya ? Satu persatu dijelaskan oleh pihak UISI.

 “Kami siap mendampingi sampai ibu bisa. Untuk produksi, kemasan, pemasaran kami akan siap membina” ujar Kabid Perindustrian, Diskoperindag Gresik Ilmul Yaqien. “Kami setiap bulan ada agenda pameran, nanti kalau ibu ibu sudah berproduksi akan kami ikutkan pameran. Tampilkan produksi dengan membawa ciri khas masing-masing” ujarnya memotivasi.   

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik, Najikh mengaku pihaknya hanya membantu dan memfasilitasi. Mulanya kami menginventarisir produk lokal yang sudah ada kemudian meningkatkan produk lokal tersebut dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas produk, pengemasan serta pemasaran.

Sesuatu yang khas di desa Kedanyang karena masih tingginya produk perikanan bandeng di desa tersebut serta banyaknya tenaga potensial. Kami menggandeng beberapa institusi. Baik dari perguruan tinggi maupun swasta untuk bersama-sama membantu.

DHUNGKA, MUSIK LESUNG KHAS PULAU BAWEAN

Pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur teryata memiliki kesenian khas berbahan Lesung alat tradisional menumbuk padi. Jika di daerah lain menyebutnya dengan Musik Lesung, masyarakat Bawean menyebutnya dengan Musik Dhungka.

Di Bawean, musik Dhungkah masih terpelihara dengan baik hingga kini. Biasanya, masyarakat setempat menggelar kesenian Dhungkah saat menjelang pesta pernikahan dengan memainkannya selama 7 hari berturut turut. Disamping itu, musi, Dhungkah juga dimainkan saat menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke Bawean.

Untuk melestarikannya, masyarakat Desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak menggelar lomba musik Dhungkah dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan.

Muhammad Amin, salah seorang warga Tanjug Ori mengatakan Yang paling dikagumi dari music Dhungkah adalah kekompakan para penabuhnya yang kesemuanya adalah ibu-ibu rumah tangga. “Disamping harus kompak, juga menabuhnya dilakukan dengan keras hingga bunyinya bisa terdengarhingga radius 1 Kilometer meski tanpa alat pengeras suara,” ungkapnya, Kamis (8/9/2016.) Disamping irama suara lesung, keindahan musik Dhungka akan terdengar lebih syahdu saat berpadu dengan lantunan Shalawat Nabi dan Pantun bahasa Bawean.

Menurut Amin, biasanya pantun berisi pesan moral dan kritikan sosial termasuk menceritakan keluh kesah seorang istri yang ditinggal suami bekerja diluar negeri. ”Mereka mengungkapkan rasa rindunya kepada sang suami lewat pantun,” tambahnya. Di Lesung, terdapat tempat menghaluskan padi dan gagang pengangkat Lesung saat akan pindah tempat. Komponen-komponen tersebut ternyata bisa mengeluarkan variasi bunyi yang indah. Dengan kata lain, kata Muhammad Amin, music Dhungka merupakan musik sederhana tapi suaranya asyik.

Saat ini, musik Dhungkah telah menjadi salah satu ikon wisata Bawean. Pemkab Gresik memasukkannya dalam paket rencana pengembangan pulau bawean sebagai salah satu tujuan wisata. (Ide Kreatif)

Berikut videonya :

BUKA KAWASAN PERCONTOHAN JAGUNG 100 HA, OLEH-OLEH BELAJAR KE AS

Lawatan delegasi Pemkab Lamongan selama sebelas hari di Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Bupati Fadeli tidak sia-sia. Pencanangan peningkatan produktivitas jagung dari 5,5 ton perhektar menjadi 10 ton perhektar, langsung dimulai dengan membuka kawasan percontohan pertanian jagung modern dengan skala kawasan seluas 100 hektar.

Lawatan Bupati Fadeli bersama peneliti dari Balitbang Pertanian RI Achmad Rachman dan Kades Solokuro Sholahudin ke AS sejak 23 Agustus hingga 2 September itu dilaksanakan dengan mengunjungi sentra teknologi pertanian, Negara Bagian IOWA, serta berkomunikasi dengan pemangku kebijakan di Los Angeles.

Rombongan Pemkab Lamongan diterima secara khusus Duta Besar Indonesia untuk AS di Washington DC Budi Bowoleksono. Saat mengunjungi sejumlah sentra pertanian modern di AS, rombongan dipandu langsung oleh Rindayuni Triavini, selaku Atase Pertanian KBRI di Washington DC.

Fadeli menyebut, lawatan ke AS ini secara khusus didesain untuk mencari terobosan penggunaan teknologi dalam pertanian jagung sehingga mampu meningkatkan produktivitas jagung dari 5,5 ton perhektar menjadi 10 ton perhektar dalam waktu tiga tahun.

Kemudian juga untuk membuka peluang kerjasama teknik bidang pertanian dan membuka peluang ekspor produk Lamongan ke pasar AS.

Selama di AS, delegasi Pemkab Lamongan ini juga mengunjungi Iowa State University, dan produsen benih jagung Pioneer serta menghadiri event Farm Progress Show 2016 yang dilaksanakan di Boone, Iowa.

"Kami melihat secara langsung, empat lahan pertanian komoditas jagung, kedelai, dan lahan integrasi jagung dengan peternakan yang sudah menerapkan teknolgi canggih. Penerapan teknologi ini membuat mereka mampu mencapai produktivitas jagung 11 hingga 16 ton perhektar dengan efisiensi 40 persen. Oleh-oleh pengetahuan dari Amerika Serikat ini nantinya semoga bisa memberi jalan bagi sejahteranya petani Lamongan, “ ujar Bupati Fadeli kemarin.

"Sebagai langkah awal, Pemkab Lamongan akan menyusun road map industry jagung modern dan membangun kawasan percontohan seluas 100 hektar yang memanfaatkan bioteknologi di Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro dan sekitarnya. Selain itu juga akan dilaksanakan Focus Grup Discussion dengan mengundang akademi dan para pakar jagung pemerintah serta swasta, “ katanya menambahkan.

Bukan hanya itu, lawatan di AS itu berhasil mendapatkan sejumlah komitmen untuk menjadikan Lamongan sebagai sentra utama produksi dan ternak sapi potong nasional.

“Alhamdulillah, ikhtiar kami sampai jauh-jauh ke Amerika Serikat untuk mencari langkah terobosan bagi kesejahteraan petani Lamongan membawa secercah harapan. Ada sejumlah komitmen kerjasama yang berhasil kami dapatkan, “ katanya menambahkan.

CropLife International, sebuah asosiasi internasional yang berbasis di Brussels, Belgia dan bergerak di bidang teknologi pertanian, seperti disebutkan Fadeli sudah menjanjikan komitmennya. Mereka bersama-sama Pemkab Lamongan akan meningkatkan produktivitas jagung yang saat ini 5,5 ton perhektar, menjadi 10 ton perhektar dalam waktu tiga tahun.

Ditambahkan olehnya, CropLife International juga menyatakan komitmennya untuk menjadikan Lamongan sebagai pelopor pengembangan bioteknologi jagung di Indonesia.

Tindak lanjut dari komitmen ini, Direktur CropLife International dan CropLife Indonesia akan berkunjung ke Lamongan pada awal tahun 2017. Selama di AS, rombongan Bupati Fadeli melakukan serangkaian pertemuan dengan Dubes RI di AS, Konjen RI dan Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles, serta berdiskusi langsung dengan Direktur Eksekutif CropLife International.

Dari pertemuan itu, menurut Fadeli dicapai komitmen dengan sejumlah importir produk makanan dan minuman dari Negeri Paman Sam untuk menjajaki kerjasama dengan mengimpor produk makanan dan minuman langsung dari Lamongan.

"Kami di Bulan Oktober tahun ini diundang untuk menghadiri business meeting di Surabaya yang diadakan ITPC Los Angeles untuk bertemu dengan investor dan importir dari AS. Kami akan menawarkan sejumlah paket fasilitas kemudahan investasi, agar mereka mau membangun industri makanan dan minuman di Lamongan, “ pungkas dia.

TERNYATA LIMBAH CAIR TAHU ITU BISA DIBUAT BAHAN PANGAN

Masyarakat Desa Gadingwatu dan Domas diajari mengolah Limbah cair tahu dioleh menjadi nata de soya(semacam nata de coco). Serta mengolah limbah padat (ampas tahu) dioleh menjadi pupuk cair, biogas dan kompos. 

 

Kalau kita berjalan-jalan disekitar pabrik pembuatan tahu. Tentu yang tercium aroma yang kurang sedap. Bau ini ditimbulkan oleh limbah dari pabrik pembuatan tahu. Baik itu limbah cair serta limbah padat yang berupa ampas tahu. Tentu saja banyak sekali yang merasa terganggu dengan bau tidak sedap yang dikeluarkan oleh limbah tahu ini, terutama bagi masyarakat sekitar pabrik.

 

Sampai saat ini tak banyak orang yang memanfaatkan limbah ini secara optimal. Hanya ampas tahu yang  dipakai sebagai makanan ternak. Serta sebagian orang yang memanfaatkan limbah ini untuk dipakai sebagai makanan semacam tempe. Dari sisi ekonomis, tentu saja pemanfaatan masih kurang optimal. Selain itu bau yang ditimbulkan tentu saja sangat mengganggu masyarakat sekitar.

 

Atas dasar itulah Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik berupaya untuk membantu menyelesaikan. Didatangkanlah pakar biologi dari Unesa Surabaya, Dra. Winarsih M.Kes untuk memberikan pelatihan kepada Masyarakat Desa Gadingwatu dan Desa Domas. Pelatihan diikuti oleh 35 orang yang terdiri dari Pengusaha tahu dan karyawan pabrik tahu.

 

Pelatihan ini berjalan seru. Hal ini karena masyarakat peserta sangat antusias mengikuti. Mereka optimis industry hilir dari limbah pabrik tahu ini bisa dilaksanakan dengan sukses. Yang paling dapat perhatian lebih yaitu pembuatan nata desoya dari limbah cair pabrik tahu. Seperti yang disampaikan oleh instrukturnya. “Masyarakat sangat tertarik untuk membuat nata de soya karena ada nilai peningkatan ekonomis yang tinggi” ujarnya.

 

Untuk pembuatan nata de soya, dari modal Rp. 100 ribu bisa menghasilkan Rp. 500 ribu. “Dengan memproses limbah cair tahu lalu ditambah bakteri kemudian ditunggu sekitar 14 hari jadilah nata desoya. Saya yakin produk nata de soya ini laris dan tidak sulit cara memasarkan” kata Winarsih, dosen  yang juga praktisi peduli lingkungan serta pakar pengolahan limbah.

 

Selain memberikan pelatihan pembuatan nata de soya, Winarsih juga melatih warga untuk membuat pupuk cair. “Kalau beli pupuk cair jadi harganya puluhan ribu perliter, kalau dibuat dari fermentasi ampas tahu ini anda bisa gratis bahkan bisa menjual. Hanya memanfaatkan penambahan bakteri” tambahnya sambil menunjukan hasilnya akhir pupuk tersebut. 

 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik, Najikh sangat mengapresiasi antusias warga peserta pelatihan tersebut. “Ternyata tak hanya karyawan pabrik, juragan tahu juga ikut serta” ujarnya. “Disini ada empat pabrik tahu yang masing-masing mempekerjakan orang antara lima puluh dan bahkan ada yang sampai seratus orang lebih ” kata Najikh.

 

Antusias ini ditunjukkan oleh Haryono salah seorang peserta. “ Ya kalau untuk membuat nata de soya saya pingin coba. Mumpung ini menjelang bulan puasa serta sebentar lagi lebaran. Saya yakin saat puasa dan lebaran nanti pasti nata de soya ini akan laku keras’ katanya optimis. (sdm) 

BERNOSTALGIA DENGAN SUASANA WARUNG MAKAN TEMPO DOELOE

Aneka jenis makanan dan desain warung yang sengaja dipola dengan ornamen kuno mengingatkan kembali warga Lamongan pada kondisi 'tempoe doeloe'. Festival Lamongan Tempoe yang berlangsung selama dua hari di Alun-Alun Kota Lamongan (19-20/08/2016).

Aneka jenis makanan diantaranya Serabi, Tiwul, Gulali, Gaplek dan lain sebagainya banyak disajikan dalam festival ini. Bahkan, wadah seperti gelas dan piring pun juga menggunakan bahan yang terbuat dari bahan tanah liat.
Tak hanya itu, puluhan standar milik Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Lamongan ini sengaja didesain dengan bahan bambu dengan alat penerang lampu teplek.

Bupati Lamongan, H. Fadeli, MM, suasana dan jenis makanan yang disajikan di dalam Pameran sudah jarang sekali ditemukan. Kondisi ini juga bisa mengingatkan kita pada masa kecil dulu. "Selagi kita memperingati Hari Kemerdekaan, tak ada salahnya kita mengingat kembali kondisi saat masa-masa perjuangan dulu dengan kondisi serba sederhana", Ujar Bupati saat membuka pameran tadi malam.

Menyinggung tentang vitamin dan gizi, tak diperlukan diragukan lagi, karena bahan utama makanan tempoe doeloe terbuat dari bahan alami dengan proses alami pula. " Justru saat ini banyak orang yang kembali mengkonsumsi makanan kuno karena kesehatannya yang terjamin dari bahan dan proses memasak yang alami, tambah Bupati.

Sejak dibuka sore ini, ribuan warga mengunjungi berbagai stand untuk menikmati langsung makanan tempoe doeloe serta berbelanja sebagai oleh-oleh untuk keluarga.

NENEK MANTAN KURIR SURAT PEJUANG YANG TERLUPAKAN

Banyak kisah-kisah heroik para pejuang yang berjasa dalam mewujudkan Kemerdekaan Indonesia dan kini perjuangan mereka terlupakan oleh generasi muda. Salah satunya adalah Soebekti (83 tahun), warga Jl. Dr. Wahidin 249 Kota Lamongan Jawa Timur (16/08/2016.)

Saat masa-masa perjuangan kemerdekaan tahun 1945, Nenek dengan 5 anak tersebut dulunya adalah seorang guru di Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro. Disela-sela kegiatannya sebagai guru, Soebekti diam-diam membantu tentara Indonesia dengan menjadi kurir surat dari pimpinan tentara saat itu.

Tentu hal ini bukan tugas ringan, mengingat surat rahasia yang dibawanya berisi perintah-perintah rahasia militer. "Saya harus berjalan kaki sejauh 40 km utk mengantarkan surat. Kadang, saya harus menceburkan diri ke sungai untuk menghindari patroli Belanda", ujar Nenek Soebekti.

Keberanian Soebekti bukan tanpa alasan,  selain jiwa nasionalisme yang tertanam di dadanya, suami sang Nenek adalah anggota tentara berpangkat Peltu bernama Kasboellah.

"Jika situasinya cukup genting, kami sekeluarga mengungsi ke daerah aman", kenang Soebekti.

Meski dengan bahasa yang kadang sulit dimengerti, namun, semangat perjuangannya masih terlihat dari Tutur katanya yang tegas dan tegar.

Kini, nenek Soebekti menghabiskan masa tuanya di rumahnya setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu.

Disetiap peringatan Hari Kemerdekaan, nenek Soebekti mendapat undangan kehormatan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menghadiri Upacara Detik-detik Kemerdekaan.

BUDIDAYA BELUT DENGAN MEDIA BEKAS KEMASAN CAT

Sebuah cara baru dilakukan warga di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam membudidayakan belut. Yaitu, dengan menggunakan bekas kemasan cat yang ditambahi tanah dan dialiri air. Selain lebih murah, belut juga bisa lebih aman, karena, terjaga dari serangan binatang lain.

Cara baru budidaya belut dengan menggunakan bekas kemasan cat ini dikembangkan sekelompok warga di Dusun Jowah, Desa Sidoluhur, Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam Pusat Pembelajaran Dan Pengembangan Belut Godean.

Cara budidaya ini sangat mudah dan sederhana. Mula-mula, sediakan bekas kemasan cat berukuran 25 kilogram. Buatlah lubang pada bagian tutupnya, sebagai lubang udara bagi belut.

Setelah itu, isi dengan tanah gembur secukupnya, dan aliri air. Diamkan tumpukan tanah yang dialiri air tersebut hingga benar-benar tidak ada celah udara di dalamnya. Adanya celah udara di dalam tumpukan air ditunjukkan dengan masih adanya gelembung udara yang muncul saat tumpukan tanah diaduk atau disentuh.

Setelah benar-benar tidak ada celah udara di dalamnya, masukkan 5 hingga 7 belut ke dalam masing-masing kemasan, dengan komposisi satu belut jantan untuk tiga belut betina. Selanjutnya, tutup bagian atasnya dan terus aliri air. Beri makan belut pada sore hari, dengan makanan alami berupa cacing. Jika sudah beranak, pisahkan anakan belut ke kolam lain untuk dikembangkan lebih lanjut.

Cara budidaya belut dengan bekas kemasan cat ini dikembangkan, menyusul kegagalan metode budidaya belut yang selama ini ada, yaitu di area persawahan. Dengan metode itu, banyak belut yang dikembangkan ternyata tak bisa dipanen, karena, dimakan binatang lain.

Selain lebih murah, dengan cara baru ini, indukan dan anakan belut bisa lebih terjaga dan aman dari serangan binatang lain, karena, diletakkan di lokasi yang tertutup.

Mereka berharap, dengan cara baru ini, produksi belut di wilayah tersebut bisa semakin meningkat dan memenuhi kebutuhan warga setempat. Meski sudah dikenal sebagai ikon wilayah setempat, kebutuhan bahan baku bagi perajin kripik dan olahan belut lainnya di Godean, hingga kini, ternyata masih harus didatangkan dari luar kota, akibat minimnya budidaya di wilayah itu.

Festival Kupatan ala warga pesisir pantura Lamongan

Tradisi kupatan masyarakat pantura Lamongan bakal dijadikan agenda tahunan oleh Pemkab Lamongan. Hal itu disampaikan Bupati Fadeli usai menghadiri Festival Kupatan Tanjung Kodok Lamongan di Wisata Bahari Lamongan, Kamis (14/7).

         “Ini bagian dari upaya kami, Pemkab Lamongan untuk melestarikan tradisi masyarakat Lamongan. Apalagi tradisi kupatan di masyarakat pantura ini memiliki makna filosofi yang tinggi, “ ujar Fadeli.

            Dulu, katanya menyebutkan, di Tanjung kodok yang kini menjadi WBL setiap tujuh hari setelah Idul Fitri dilaksanakan peringatan Hari Raya Ketupat, atau disebut kupatan oleh masyarakat setempat.

            “Melalui festival ini, kami ingin menghidupkan kembali tradisi leluhur. Terutama untuk memaknainya sebagai bagian untuk mengenang kegigihan syiar yang dilalukan oleh Sunan Drajat dan Sunan Sendang Dhuwur, “ katanya menjelaskan.

            Fadeli juga berencana menjadikan Festival Kupatan itu menjadi agenda tahunan dengan skala yang lebih besar. “Saat ini baru diikuti masyarakat di pantura. Nantinya akan diikuti perwakilan dari seluruh kecamatan di Lamongan sehingga bisa menjadi event nasional, “ imbuhnya.

            Festival itu diawali dengan defile perahu hias nelayan yang membawa masakan kupat dengan berbagai ukuran. Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati, Sekkab Yuhronur Efendi dan Forkopimda setempat turut dalam defile di dermaga marina WBL tersebut.

            Kenduri kupat, yakni makan beramai-ramai kupat dengan berbagai sayur dan olahan lauk oleh pejabat dan seluruh masyarakat pantura Lamongan menjadi penanda puncak festival tersebut.

Dalam festival itu, kupat buatan nelayan dengan menilai keunikan bentuk, hiasan perahu defile, komposisi dan rasa ketupat saat dicampur dengan lauk pauk juga dilombakan.

Sementara menurut penyaji sejarah kupatan, Hidayat Iksan, tradisi Riyoyo Kupat (Hari Raya Ketuapat) itu telah menjadi kebiasaan turun temurun masyarakat Paciran dan sekitarnya.

Dikatakannya, di Riyoyo Ketupat itu mereka melakukan kebiasaan besiar, mengunjungi sanak famili, tempat bersejarah di Makam Sunan Drajat dan Sunan Sendang Dhuwur dan lainnya.

Puncaknya, sebut dia, menjelang siang mereka berkumpul di Tanjung Kodok dengan membawa bekal kupat dan lepet. Di Tanjung Kodok itu pula, Sunan Drajat dan Sunan Sendang Dhuwur menjamu utusan Mbok Rondo Mantingan dengan kupat dan lepet dalam kisah “Adeke Masjid Sendang Dhuwur”, kisah pendirian masjid Sendang Dhuwur.

TERNYATA LALAT BISA MENJADI OBAT DIARE. INI BUKTINYA!

Siapa mengira, hanya gara-gara lalat, Dua Pelajar SMA Negeri 2 Lamongan Jawa Timur menyabet medali emas dalam olimpiade peneliti muda di Georgia April lalu. Kedua pelajar tersebut menjadikan lalat sebagai bahan dasar obat untuk penyakit diare. Selain sebagai penyebab penyakit, ternyata di dalam tubuh lalat terdapat bakteri antibiotik yang berfungsi memperkuat sistem pertahanan tubuh (07/05/2016.)

Adalah Arum Ratna Wilis dan Alfian Nurfaizi, siswa SMAN 2 Lamongan ini mewakili Indonesia menyabet medali emas pada olimpiade peneliti muda di Georgia yang diikuti tiga puluh lima negara. Kedua pelajar ini berhasil menemukan obat diare dari lalat rumah.

Penelitian karya ilmiah mereka berawal dari kondisi lalat yang selama ini dikenal sebagai binatang menjijikkan bagi kebanyakan orang karena hidupnya di tempat-tempat yang kotor. Namun lalat tidak pernah terserang bakteri maupun virus berbahaya sekalipun, meski berada di tempat yang kotor.

Setelah melakukan penelitian mulai oktober hingga desember tahun 2015 lalu, Arum dan Alfian mendapati dalam tubuh lalat terdapat bakteri antibiotik bernama actinomicetes yang berfungsi memperkuat sistem pertahanan tubuh.

Proses pembuatan obat diare berbahan dasar lalat rumah ini cukup mudah dan bisa dilakukan oleh masyarakat awam. Pertama yang harus disediakan adalah lalat rumah. Kemudian lalat ersebut di rendam dalam air murni selama dua puluh empat jam di dalam inkubator maupun kulkas. Setelah itu air disaring kemudian di masukkan kedalam botol-botol kecil.

Untuk memastikan obat diare dari lalat ini benar-benar bekerja efektif, dua peneliti muda ini telah melakukan percobaan pada tiga ekor tikus dan dua puluh lima manusia. Dari percobaan tersebut disimpulkan bahwa obat diare berbahan lalat rumah ini bekerja dan tidak memiliki efek samping termasuk pada anak-anak dan ibu hamil sekalipun.

Untuk menggunakan obat ini harus sesuai dosis yang dianjurkan, yakni balita satu tetes, anak-anak dua tetes dan dewasa tiga tetes.

Hasil penelitian para pelajar ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Selain itu penelitian dua pelajar sma negeri lamongan ini diharapkan bisa menjadi landasan untuk meneliti berbagai spesies lalat yang bisa dijumpai disekitar tempat tinggal manusia. (Ide Kreatif)

NIKMATNYA MINUM KOPI DI AGROWISATA KEBUN KOPI

Menikmati secangkir kopi luwak plus gula merah di tengah perkebunan kopi mempunyai sensasi tersendiri. Seperti yang terjadi di lokasi Wisata Agrokopi Gunung Gumitir Jember Jawa Timur. Selain menyuguhkan sajian kopi khas dari perkebunan, penikmat kopi dimanjakan dengan panorama alam yang menyegarkan dan memanen sendiri kopi dari pohonnya.

Wisata agrokopi ini berada di pegunungan Gumitir Kabuaten Jember. Gumitir sendiri merupakan suatu kawasan di perbatasan Jember dan Banyuwangi. Perkebunan yang terletak di ketinggian 624 meter dari permukaan laut dan berjarak 39 km dari kota Jember ini dengan kopi jenis robusta dan luwak.

Perbedaan kopi dengan kopi-kopi lain adalah cara menikmatinya.di wisata agro kopi ini, kopi dinikmati dengan gula merah. Cara meminumnya pun berbeda dengan meminum kopi biasanya.

Penikmat kopi harus menggigit lebih dulu gula merahnya baru kemudian meminum kopi dari cangkirnya. Untuk itu, penyajian kopi dipisah dengan gula merah.kopi luwak gula merah ini sangat pas diminum bersama jajan gorengan seperti tahu petis, singkong keju dan tempe goreng yang masih panas.

Sensasi lain meminum kopi di tengah perkebunan kopi adalah panorama alam dan udaranya yang indah dan segar. Pengnjung wisata agro kopi juga diperbolehkan memanen kopi dari pohonnya.harga secangkir kopi luwak 50 ribu rupiah sedangkan kopi robusta 10 ribu rupiah.

BUDIDAYA AYAM BEKISAR SECARA TRADISIONAL HASILKAN JUTAAN RUPIAH

Ayam Bekisar merupakan jenis Ayam hasil persilangan antara Ayam hutan dengan indukan Ayam kapung biasa, karena suaranya yang lantang dan warna yang menarik, tidak sedikit masyarakat yang memilih memelihara Ayam jenis ini untuk dijadikan hobby. Selain berfungsi sebagai hewan hias, Ayam Bekisar ini juga memiliki karakter suara yang khas hingga memiliki daya tarik tersendiri untuk diperlombakan.

Saat ini, proses pembiakan dengan cara tradisional sangat jarang terjadi, sebab, saat ini sudah banyak yang mengembangbiakkan secara kawin suntik. Namun, Abu Tholib warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek adalah salah satu peternak yang mengembangbiakkan Ayam Bekisar dengan cara tradisioanal. Berawal dari iseng, Abu Tholib, yang memulai usahanya sejak tahun 1992, mempunyai ide cemerlang, mengembangbiakkan Ayam Bekisar dengan cara tradisional atau kawin dodokan.

Pada proses kawin alami pejantan hanya dapat mengawini dua sampai tiga ekor indukan dalam satu musim kawin, selain itu proses kawin alami pada Ayam hutan tergolong sulit, peternak harus melewati masa penjodohan terlebih dahulu sebelum pejantan mengawini indukan yang telah dipersiapkan.

Karena keahlian yang dimiliki Abu Tholib, banyak peternak lain yang menggunakan jasanya untuk membiakan Bekisar dengan cara kawin dodokan, tidak tanggung tanggung ia bisa menjual 150 ekor perbulannya yang dipasarkan ke surabaya, madura, kediri bahkan sampai ke kalimantan, dan ia membandrol dengan harga termurah 200 ribu hingga 25 juta rupiah untuk Ayam Bekisar yang sudah jadi dengan suara merdu.

Selain menjadi ladang bisnis, upaya ini di lakukan Abu Tholib untuk melestarikan keturunan Ayam hutan yang saat ini sudah mulai punah.

MENENGOK AGROWISATA PETIK BLIMBING

Agrowisata buah Belimbing di tulungagung, jawa timur, di musim liburan menjadi lokasi wisata alternatif bagi warga kota Tulungagung Jawa Timur dan sekitarnya. Ditempat ini, pengunjung dimanjakan dengan buah Belimbing segar untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang.

Wisata petik buah Belimbing, di area Agrowisata Belimbing Di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, menjadi wisata alternatif bagi wisatawan, di saat menikmati liburan tahun ini.

Di kebun dengan luas sekitar 2 hektar ini, para pengunjung dapat menikmati rindangnya pohon Belimbing yang sedang berbuah, sambil memetik sendiri buah Belimbing yang sudah masak di pohon.

Untuk memetik buah Belimbing, para pengunjung didampingi seorang pemandu, yang akan memilihkan buah Belimbing yang siap di petik, sehingga tidak salah petik dengan rasa masam.

Buah Belimbing yang dipetik masih seger inipun, langsung dapat dinikmati di kebun. Selain dapat menikmati manis buah Belimbing, para pengunjung juga menikmati sajian kuliner bakso Belimbing, yang rasanya beda dengan kebanyakan bakso yang ada, serta juice buah Belimbing. Sepulang dari Agrowisata Belimbing ini, pengunjung yang mengindap darah tinggi, dipastikan darah tingginya bisa langsung turun.

Menurut salah seorang pengunjung asal jombang, wisata petik buah Belimbing ini merupakan wisata alternatif yang menyehatkan dan secara langsung memetik buah Belimbing sendiri.

Sementara itu Mulyono, pemilik Agrowisata Belimbing, mengaku di musim liburan, pengunjung mengalami kenaikan 100 persen. Sehingga saat ini pengunjung dibatasi untuk memetik Belimbing, agar pengunjung lainnya masih kebagian memetik buah kaya Vitamin C ini dengan harga 2.000 Rupiah per buah.

BUDIDAYA LEOPARD GECKO, TOKEK BERHARGA JUTAAN RUPIAH

Apa yang anda bayangkan dengan binatang bernama tokek? Tentu bunyinya yang khas. Tetapi, tahukan Anda, jika jenis tokek yang berasal dari Pakistan atau Leopard Gecko harganya bisa mencapai 12 juta rupiah? Harga yang menakjubkan untuk seekor tokek. Karena harganya mahal, Leopard Gecko dibudidayakan.

Berton, warga Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sudah setahun membudidayakan leporad gecko. Hewan ini memang spesial, berasal dari Pakistan, Iran dan India, bentuk dan ukurannya memang beda dengan tokek umumnya, lebih besar dan kulitanya lebih licin. Lebih mirip iguana dibanding tokek.

Habitat aslinya di gurun dan pegunungan kapur. Ini juga yang membuat Leopard Gecko harus dipelihara di pasir kalsium yang ditempatkan di dalam vivarium, sejenis akuarium bisa menggunakan kaca atau wadah plastik biasa.

Memelihara Leopard Gecko gampang-gampang susah. Seperti reptil lainnya, tokek ini juga harus memiliki tempat sembunyi, jika tidak maka akan stress. Hewan malam atau nocturnal ini biasa diberi makan dan aktif pada malam hari. Yang dewasa makanannya jengkerik sekitar 10 ekor per hari, sedangkan yang masih kecil cukup diberi tiga ekor ulat hongkong, atau ulat yang biasa untuk pakan burung.

Selain pakan yang cukup, tokek ini juga harus rajin dikeluarkan untuk berjemur meski angan terlalu lama. Ini untuk menghindari gangguan pernafasan karena udara lembab. Di dalam kandang juga wajib tersedia terus air untuk minum.

Untuk mengawinkan si leopard, bisa dengan perbandingan satu tiga untuk jantan dan betina di dalam satu kandang. Jangan mencampurkan dua pejantan dalam satu kandang karena akan terjadi persaingan menjadi perkelahian yang mematikan. Setelah beberapa hari, Gecko betina akan bertelur. Pisahkan telur di kandang penetasan untuk beberapa minggu telur akan menetas.

Selian kebersihan kandang, pakan mengandung vitamin dan mineral sangat penting. Gecko ini membutuhkan banyak kalsium untuk ketahanan tubuhnya, maka saat memberi pakan jangkrik misalnya bisa dilumuri kaslium terlebih dahulu. Ulat sutera dan ulat bambu juga bisa diberikan tetapi jangan terlalu banyak karena mengandung lemak tinggi.

Anda tahu berapa harga tokek ini? Untuk yang masih kecil saja sudah dihargai 250 ribu per ekor. Berton pernah menjual Leopard Gecko dewasa seharga 12 juta rupiah. Angka yang fantastis untuk seekor tokek. Anda tertarik? Jangan tunggu mengambil keputusan dengan mendengar bunyi tokek, tokek-tokek-tokek.

KERUPUK TULANG IKAN NILA BERKALSIUM TINGGI

Mendengar kata Kerupuk biasanya sering dijumpai irisan tipis dari umbi dan buah maupun sayuran seperti singkong, kentang dan lain sebagainya. Namun di Sukabumi Jawa Barat ada Kerupuk dari duri,tulang,cucuk ikan Nila, padahal duri ikan biasanya menjadi limbah yg sering dibuang karena selain tajam juga tak biasa dikonsumsi.

Adalah Kelompok Wanita Tani "Saluyu" di Kampung Babakan Limbangan, Sukaraja, Sukabumi, membuat Kerupuk ikan Nila. Ibu-ibu PKK ini mulai memasarkan Kerupuk tulang ikan Nila ini ke berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Anda tak perlu khawatir akan tertusuk duri ikan, karena duri ikan sudah lembut dan terasa renyah.

Dengan melimpahnya panen ikan Nila di sekitar sukaraja,sukabumi berbagai macam makanan berbahan ikan Nila banyak dijumpai. Tak ketinggalan pula, kelompok wanita tani saluyu memanfaatkan duri ikan,cucuk ikan Nila menjadi produksi makanan sebagai cemilan maupun makanan ringan.

Cara pembuatannya cukup mudah. Mula-mula, ikan Nila yg sudah dibersihkan dan diambil dagingnya maupun kepalanya yg sudah berupa duri,cucuk ikan dimasukan ke adonan berupa tepung serta bumbu2 racikan yg selanjautnya digoreng hingga kering,setelah dingin kembali digoreng kembali hingga lebih kering supaya renyah.

Pembuat Kerupuk duri ikan Nila, Nurhayati yg juga pimpinan Kelompok Wanita Tani Saluyu mengatakan membuat Kerupuk cucuk ikan Nila ini adalah memanfaatkan limbah ikan berupa duri,tulang nya yg biasa dibuang dg berbagai ramuan disulap menjadi Kerupuk tulang ikan Nila yg rasanya renyah garing serta aman dikonsumsi karena mengandung kalsium tinggi setara minum susu murni. Harga perbungkus kerupuk duri Nila ini dijual Rp.5000, perbungkus.

SOTO KALKUN RENDAH KOLESTEROL KAYA PROTEIN

Soto dengan daging ayam ataupun soto sapi mungkin sudah biasa kita nikmati, namun bagaimana jika soto dengan daging burung kalkun? Burung kalkun dikenal memiliki bulu indah dan berukuran cukup besar. Namun jangan kaget, saat dagingnya dibuat sebagai bahan utama soto, amaka Anda akan merasakan sensasi luar biasa. Mungkin terasa asing bagi kita, namun soto kalkun ini dikenal memiliki protein yang cukup tinggi serta rendah kolesterol sehingga sangat baik bagi kesehatan.

Meski termasuk menu soto baru di wilayah kabupaten semarang, namun soto kalkun ini, telah menyedot banyak sekali pelanggan yang penasaran dengan rasa soto kalkun. Dalam satu mangkuk soto kalkun ini, memang tampak sama dengan soto ayam maupun soto sapi, namun karena daging kalkun serta kaldu kalkun yang dipakai untuk racikan soto, tentu memiliki rasa yang berbeda dengan soto pada umumnya.

Para pelanggan yang mampir di warung soto kalkun dua ibu, yakni di Jalan Raya Semarang Jogjakarta, atau tepatnya di depan Terminal Bawen, rata rata menyukai rasa soto yang sedikit unik dengan rasa manis - gurih serta tekstur daging yang menyerupai daging sapi namun lebih empuk.

Ide unik untuk membuka warung soto kalkun ini, berawal dari sekedar coba-coba. Namun, permintaan terus meningkat sehingga dilanjutkan dengan mendirikan warung. Untuk merintis warung soto kalkun ini, Retno handayani (Pemilik warung), bersusah payah membangun peternakan kalkun, karena mahalnya harga kalkun di pasaran indonesia.

Karena daging kalkun ini berbeda dengan daging sapi atau ayam, maka proses memasaknya pun berbeda. Dengan bumbu jahe, sere, bawang putih serta lada, daging kalkun terlebih dahulu dimasak selama 2 jam lebih, agar daging kalkun terasa empuk, sementara air proses memasak kalkun digunakan sebagai kaldu kuah soto.

untuk satu porsi soto kalkun memang lebih mahal dari soto ayam maupun soto sapi, yaitu 7500 rupiah. Selain menyajikan soto kalkun sebagai menu utama, warung soto kalkun , juga menyajikan nasi goreng kalkun, serta sate kalkun.dengan harga sepuluh ribu rupiah serta tiga ribu lima ratus per tusuknya untuk sate kalkun.

WINGKO JAGUNG, COCOK UNTUK PENDERITA DIABETES

Ibu-Ibu rumah tangga di Lamongan, Jawa Timur berhasil membuat Wingko dengan kandungan gula dan kalori rendah. Dengan bahan Jagung, makanan khas warga lamongan ini aman dikonsumsi penderita diabetes. Selain itu, dengan bahan dasar jangung, cita rasa Wingko menjadi lebih sedap serta lebih empuk (06/04/2016.)

Jika anda penderita diabet dan ingin menikmati kue Wingko, kini tak perlu berkecil hati, karena sejumlah ibu rumah tangga didesa banyubang, kecamatan solokuro, lamongan berhasil membuat Wingko berbahan utama Jagung yang lain dari Wingko yang biasa dikenal selama ini. Sebenarnya, proses pembuatan Wingko dari bahan Jagung ini tidak jauh berbeda dengan membuat Wingko pada umumnya. Pada tahap awal, parutan kelapa dan tepung ketan dicampur hingga rata. Agar Wingko terasa empuk, adonan dicampur dengan air kelapa hangat. Untuk menguranggi banyaknya kalori serta kandungan gula, adonan Wingko dicampur dengan irisan Jagung. Campuran Jagung pada adonan Wingko ini berguna untuk menetralisir tingginya kandungan gula yang ada di dalam kue Wingko. Jumaroh, salah satu pembuat Wingko mengaku, ide awal pembuatan Wingko dari bahan Jagung ini berawal dari tingginya kandungan kalori yang ada di dalam kue Wingko pada umumnya, sehinga para pengemar wingo yang menderita diabetes enggan untuk mengkonsumsinya. “Memang Wingko Jagung ini sangat menyehatkan apalagi tanpa bahan pengawet. Jadi tak perlu khawatir ada efek negative”, ujar Jumaroh. Untuk satu buah Wingko rendah kalori ini dihargai dua ribu rupiah yang dijual disekitar kampung mereka. Selain Wingko, ibu rumah tangga dilamongan ini juga membuat puluhan jenis kue dengan mengunakan bahan dasar Jagung, seperti jelly Jagung, onde-onde Jagung, brondong Jagung dan lain sebagainya.

KUDA GOYANG, PERMAINAN TRADISIONAL YANG PENUH WARNA

Anda tentu masih ingat kuda goyang, mainan masa kanak-kanak. Bagaimana kabarnya ditengah produk mainan modern? Ternyata kuda goyang masih penuh warna meski digilas zaman. Mari kita lihat perajinan kuda goyang di Baturraden kabupaten banyumas jateng yang masih bertahan berproduksi.

Kuda goyang, siapa tak menenal mainan ini. Bentuknya yang khas dengan bandul pemberat sehingga bisa bergerak alami layaknya kuda saat berpacu. Warnanya yang terang juga menjadi daya tarik anak-anak. Anda tentu juga menyukai mainan ini saat masa kanak-kanak bukan.

Saat ini, kuda goyang masih menjadi mainan favorit meski mainan modern import menyerbu. Kuda goyang masih berani bersanding dengan mainan plastik import dari china ini misalnya.

Adalah Tarno, ayah satu anak yang masih menekuni usaha kerajinan mainan kuda goyang. Di bengkel kerja depan rumahnya di desa rempoah kecamatan baturraden kabupaten banyumas jateng, Tarno memproduksi sendiri. Mulai dari menyiapkan bahan baku papan triplek, semen, kawat dan cat, hingga ke pemasaran dor to dor ke kios, toko bahkan menggelar dagangan di event hiburan rakyat.

Cara pembuatannya sederhana, setelah triplek dibuat pola, lalu dipotong dengan gergaji sesuai alur pola. Lalu dihaluskan dengan pisau dan amplas, setelah diberi plamir lalu diberi bandul pemberat dari semen. Pemberat ini yang membuat kuda bergoyang alami seperti gerakan saat pacuan. Tahap terakhir mengecat, melukis organ joki dan kuda serta merangkainya di penyangga. Kuda sudah bisa bergoyang.

Usaha ini berawal dari membuatkan mainan untuk anaknya. Dari ini ide memproduksi dan memasarkan muncul. Kendalanya Tarno masih menggunakan alat sederhana sehingga jumlah produksi masih terbatas. Pun masalah klasik yakni modal sehingga tidak bisa memasok ke toko atau kios mainan dalam jumlah besar.

Dalam sepekan, Tarno bisa memproduksi hingga seribu buah kuda goyang dan mainan lain seperti delman mainan, alat musik mainan hingga truk dari kayu. Mainan kuda goyang dipasarkan hanya di sekitar kabupaten banyumas. Bahkan di hari minggu, Tarno yang sudah menekuni usaha ini 6 tahun lalu, menjajakan langsung di pusat keramaian seperti alun-alun dan gelanggang olah raga.

PANEN RAYA BUAH SRIKAYA DI LAHAN TANDUS

Para petani Srikaya di Desa Bluri Dan Tlogosadang Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur, menuai berkah dengan panen raya buah Srikaya yang mereka tanam di lahan kritis di desa mereka. Rata-rata, 5 sampai 10 Ton buah Srikaya mampu mereka jual setiap harinya dengan omset mencapai puluhan juta rupiah (04/04/2016.)

Bulan Maret hingga April 2016 ke depan adalah masa panen raya buah Srikaya. Setiap hari, mereka memanen dari pohon-pohon Srikaya yang sengaja mereka tanam di sela-sela tanaman jagung, cabe dan tanaman palawija lainnya, termasuk pula di pekarangan rumah. Desa Bluri dan Tlogo Sadang, selama ini memang di kenal sebagai sentra penghasil buah Srikaya terbesar di Lamongan. Ratusan hektar tanah di desa ini, di kenal tandus karena bercampur bebatuan kapur. Bahkan, di musim kemarau, areal pertanian di biarkan terlantar karena sulitnya mendapatkan air. Namun, sejak 5 tahun terakhir, warga mencoba menanam pohon Srikaya di lahan pertanian mereka. Hasilnya, setiap hari, mereka mampu memanen tak kurang dari 3 kwintal buah Srikaya untuk setiap hektarnya. Masa panen ini akan terus berlangsung hingga bulan akhir april ke depan. Menurut para petani, pohon Srikaya termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh di areal tanah tandus sekalipun. Bahkan, pohon Srikaya mampu bertahan pada musim kemarau panjang sekalipun. Karena itu, pohon Srikaya kemudian menjadi satu-satunya pilihan para petani untuk menopang perekonomian mereka. Di tingkat petani, harga jual Srikaya berkisar antara 300 hingga 800 Rupiah perbuah, tergantung kualitasnya. Sementara, di tingkat pedagang bisa mencapai antara 1000 hingga 1500 Rupiah perbuah. Di samping di jual langsung ke sejumlah kota-kota sekitar seperti Tuban dan Gresik, tak sedikit pula para pedagang yang datang ke desa ini untuk membeli langsung dari petani. Bahkan, tak jarang sebagian warga luar kota, sengaja datang ke desa ini untuk menikmati langsung buah Srikaya yang baru di petik dari pohonnya. Apalagi, buah Srikaya di kenal memiliki serat cukup tinggi sehingga sangat bagus untuk pencernaan. Para petani pun berharap, pemerintah setempat, menjadikan desa mereka, sebagai salah satu desa agrowisata, agar penjualan buah Srikaya semakin terbuka.

WISATA KESEHATAN KE TAMAN JAMU SAMBIL MENGENAL TANAMAN OBAT HERBAL

Berwisata ke lokasi Wisata Kesehatan Jamu di Desa Kalibakung, Tegal, Jawa Tengah sambil mengenal jenis-jenis tanaman obat yang beragam, nampaknya perlu Anda coba. Selain bisa menikmati keindahan alam lereng pegunungan Slamet, anda bisa sambil melihat jenis tanaman obat-obatan herbal.

Dengan luas tanah sekitar 3 hektar, lokasi wisata kesehatan jamu, ini ramai dikunjungi warga. Setiap warga yang datang di tempat wisata yang terletak di lereng gunung slamet ini, bisa menikmati keindahan alam, juga dapat mengenal jenis-jenis obat herbal, seperti kumis kucing untuk memperlancar buang air kecil, atau menta pengusir batuk, jahe dan lainnya.

Uniknya, tanaman obat lengkap beserta keterangan yang dibuat di papan, untuk mempermudah pengunjung lebih mengenalkan tanaman obat kepada pengunjung yang datang.

tidak jauh dari kebun obat herbal, di tempat ini terdapat klinik pengobatan jamu. Banyak warga yang berkunjung kesini untuk berobat, lengkap dengan pemeriksaan dokter ahli.

Namun jangan harap pulang dengan membawa obat dalam bentuk kapsul maupun tablet. Warga yang berobat hanya bisa mendapatkan jamu yang langsung diracik di klinik, dan dibawa pulang pasien untuk diseduh di rumah.

Menurut pengelola wisata kesehatan jamu, kebanyakan warga yang datang berobat mengeluhkan sakit pegal linu, asam urat, kencing manis, dan batu ginjal. Selain dari tegal, para pasien juga banyak yang datang dari luar kota, bahkan jakarta dan surabaya. “mereka yang berkunjung, memiliki beragam keluhan, dan kita mencoba bentu mengatasinya”, suwaspodo, pengelola wisata kesehatan jamu.

Untuk berobat ke tempat ini umumnya para pengunjung lebih memilih jamu herbal karena cocok dan harganya terjangkau. Untuk jamu yang diminum satu minggu.

MENYULAP AIR LIMBAH CUCIAN BERAS JADI DETERJEN PENCUCI LANTAI

Setiap rumah tangga dan depot rumah makan, pasti memiliki limbah air cucian beras yang selalu dibuang percuma karena dianggap tak berguna. Padahal, siswa Madrasah Tsanawiyah Di Lamongan Jawa Timur, berhasil membuktikan jika limbah air cucian beras, bisa dimanfaatkan sebagai cairan pembersih lantai.

Limbah air cucian beras oleh kebanyakan orang dianggap kurang bermanfaat, sehingga selalu dibuang sia-sia. Padahal, air limbah cucian beras bisa dimanfaatkan sebagai cairan pembersih lantai. Hal ini telah dibuktikan oleh 3 orang siswa Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Anwar Desa Sungelabak Kecamatan Karanggeneng, Lamongan (22,03,2016).

Ketiga siswa, yakni Ahmad Bagus Muzakki, Dananjaya Danis Suryananda serta Fatih Ahmad berhasil membuktikannya dalam lomba daur ulang limbah tingkat Karesidenan Bojonegoro, bulan lalu.

Bahan-bahan yang diperlukan sangat mudah, yakni botol bekas, air limbah cucian beras serta buah jeruk nipis yang berfungsi menghilangkan bau beras. Untuk membuatnya, peras jeruk nipis kemudian air perasannya dicampur air cucian beras. Aduklah hingga air jeruk bercampur rata dengan air beras. Tunggu sekitar dua menit. Maka air cucian beras, siap mengkilatkan lantai rumah anda.

Menurut para siswa, ide awal memanfaatkan limbah cucian beras ini berangkat dari keprihatinannya pada air cucian beras di setiap rumah tangga yang dibuang percuma. Padahal, cucian beras mengandung mikroba yang bisa membasmi pantogen, atau kuman yang banyak berkembang di lantai rumah.”Ya, berangkat dari keprihatian tersebut, kita akhirnya memadukan pengetahuan dengan berbagai percobaan dulu’, ujar Bagus Muzakki, salah seorang siswa peneliti.

Agar bisa bermanfaat bagi masyarakat umum, pihak sekolah berencana akan mensosialisasikannya kepada masyarakat luas agar bisa dimanfaatkan masyarakat umum. Apalagi, setiap rumah tangga dipastikan memproduksi limbah cucian beras.

Disamping sebagai cairan pencuci lantai, para siswa berencana akan melakukan penelitian lebih jauh untuk memanfaatkan limbah cucian beras untuk berbagai keperluan lainnya.

BELALANG GORENG YANG GURIH TINGKATKAN VITALITAS KAUM PRIA

Belalang yang sering kita jumpai di sawah, ternyata memiliki rasa gurih dan renyah. Di Lamongan Jawa Timur, sebuah warung sederhana menyediakan menu khusus berupa belalang goreng yang dipercaya meningkatkan vitalitas kaim pria, menurunkan kolesterol serta melangsingkan tubuh.

Adalah Wenah (50 tahun) warga Desa Sembung Kecamatan Sukorame, Lamongan yang telah membuka usaha penjualan belalang goreng selama 16 tahun di warungnya yang sederhana. Awalnya hanya iseng saat suaminya minta digorengkan belalang hasil tangkapannya. Seiring berjalannya waktu, banyak warga sekitar yang memintanya menggorengkan belalang. Akhirnya, Wenah pun berinisiatif menjual belalang goreng.

Untuk mendapatkan belalang dalam jumah besar, yakni 5 sampai 10 Kg belalang hidup perhari, Wenah membelinya dari para pemasok di kampungnya serta beberapa warga di desa lain dengan harga 50 Ribu Rupiah setiap Kilogramnya.

Rata-rata, pelanggan yang datang memilih menikmati belalang goreng di warung Wenah, karena belalang masih hangat dan harum, meski tidak sedikit pula yang membawa pulang untuk dinikmati di rumah. Disamping sebagai camilan, belalang goreng juga terasa nikmat dijadikan lauk pauk nasi.

Dalam sehari, Wenah mengaku mendapatkan omset penjualan belalang mencapai 500 ribu hingga 1 Juta Rupiah setiap harinua. Jika pelanggan ramai, bisa mencapai 1,5 Juta Rupiah.

"Selama 16 tahun berjualan, omsetnya pasang surut. Tapi karena sekarang musim belalang dengan kualitas bagus, waring saya lumayan ramai", ujar Wenah.

Untuk menggoreng belalang sangat mudah. Mula-mula, belalang mentah dicuci kwmudian kotorannya dibuang. Setelah dicampur dengan bumbu khusus, lalu digoreng hingga warnanya terlihat kecoklatan.

Menurut para penikmatnya, belalang goreng memiliki khasiat meningkatkan vitalitas kaum pria, menurunkan kolesterol serta melangsingkan badan bagi kaim wanita pasca persalinan.

MERAUP PULUHAN JUTA RUPIAH DENGAN BETERNAK CACING KRISTAL

Selama ini, cacing dikenal sebagai binatang menjijikkan bahkan dimusnahkan. Tetapi bagi keluarga Suyatmin, warga kelurahan kersen kabupaten bantul, yogyakarta, cacing justru menjadi sumber utama penghasilannya. Dalam sebulan dari beternak cacing dapat menghasilkan 50 juta lebih.

Di halaman rumahnya terdapat puluhan ribu cacing yang sedang dikembang biakkan oleh keluarga Suyatmin, , dari hasil beternak cacing, Suyatmin dapat meraih keuntungan lebih dari 50 juta rupiah perbulan.

Cara beternak pun sangat mudah. Telur cacing yang berisi minimal 10 anak cacing di setiap telurnya. Telur cacing ini disebarkan di dalam serbuk sisa gergajian kayu. Telur - telur ini akan menetas dan dalam waktu 3 bulan akan menjadi cacing yang siap bertelur dan berkembang biak dengan cepat.

Setelah telur menetas, maka cacing yang ada di dalam serbuk diberi makan kotoran sapi yang ditabur di atas serbuk yang menjadi rumah cacing. Setelah berumur 3 bulan cacing bisa dipanen untuk dijual.

Cacing dipanen dan dimasukkan kedalam plastic kecil yang dicampur dengan serbuk sisa gergajian kayu. Satu kilogram cacing dijual dengan harga 80 ribu rupiah. Cacing ini dijual untuk makanan burung dan hewan piaraan lainnya. Suyatmin, mengaku setiap bulan mampu menjual 8 kwintal cacing ke sejumlah kota di pulau jawa.

Selain untuk makanan hewan piaraan seperti burung dan ikan hias, cacing kristal juga dapat digunakan untuk bahan kapsul obat sakit thypus.

Suyatmin semula tidak menyangka, jika ternak cacing dapat menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulannya. Pada awalnya, ternak cacing hanya untuk mengisi masa pensiun sambil memelihara ikan di kalam samping rumahnya.. Namun ternyata, setelah digeluti dengan serius, setiap bulan minimal mengantongi 60 juta rupiah dari menjual cacing. Bahkan kini pihaknya kualahan memenuhi pesanan, seingga dirinya kini membina 40 petani untuk ikut mengembangbiakkan cacing dan menjual cacing pada dirinya untuk memenuhi pesanan dari luar kota.

KERAJINAN TENUN LIDI ASAL CIAMIS TEMBUS PASAR ASIA DAN EROPA

Puluhan pengrajin Tenun Lidi di sentra kerajinan tenun lidi di Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menghasilkan berbagai tenun berbahan dasar lidi yang dibuat secara kreatif dan inovatif menjadi berbagai bentuk aksesoris mebeler.

Hasil karya para pengrajin tenun lidi antara lain kotak tempat tisue, kotak buku dan compac disc, tempat cucian, kotak perhiasan dan berbagai bentuk asesoris lainnya.

Hasil kreatifitas para pengrajin ini terlihat unik dan menarik, karena selain berbahan dasar lidi dan benang yang ditenun langsung menggunakan alat tenun tradisional, mereka juga membuat aksesoris secara manual menggunakan keterampilan tangan.

Salah seorang pemilik workshop Laksana Three Karya bernama Nuruh Huda mislanya, telah mempekerjakann sedikitnya 80 orang warga sekitar untuk membuat tenun lidi dan membentuknya menjadi berbagai karya kerajinan tangan yang unik dan menarik.

Nurul huda menjelaskan, selain untuk memenuhi pasar lokal, hasil karya tenun lidi itu juga kini bisa menembus pasar sejumlah negara di asia dan eropa. Sementara pasar lokal yang baru terpenuhi diantaranya, jakarta, bandung, jawa tengah dan yogyakarta. Inovasi yang dihasilkan dari tenun lidi tersebut, diantaranya wallpaper untuk dinding dan juga gorden. Sementara produk lainnya yang dihasilkan dari tenun lidi ini, dibandrol dengan harga cukup vareatif, mulai belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Banyaknya pengrajin tenun lidi di desa ini membuat pemerintah mencanangkan untuk membuat desa tersebut menjadi sentra wisata kerajinan tenun lidi di Kabupaten Ciamis.

SENSASI FACIAL DENGAN LEBAH MADU

Banyak cara ditempuh kaum wanita untuk memperoleh wajah cantik dan bersinar, baik cara-cara medis mapun herbal. Namun pernahkah Anda mencoba masker pelindung wajah menggunakan madu serta pijatan lebah di wajah? Terapi madu dan pijatan lebah ini ternyata mampu menghilangkan plek hitam di wajah secara alami. Metode ini sangat aman karena tidak menggunakan kimia sama sekali.

Tejo Asmoro adalah seorang pawang lebah di kota Tegal Jawa Tengah yang dalam beberapa bulan terakhir membuka praktek facial dengan teknik masker madu dan pijatan lebah. Sejak membuka praktek dirumahnya di Jalan Ki Hajar Dewantara Kelurahan Sumur Tegal, Tejo telah menangani ratusan pelanggan yang rata-rata kaum hawa.

Pasien yang menjalani terapi harus dalam keadaan suci atau tidak sedang datang bulan. Setelaj wajahnya dicuci bersih, Tejo mengolesi wajah pasien dengan madu hingga rata. Setelah itu, Tejo memindahkan koloni lebah dekat wajah pasien. Kontan, wajah pasien langsung dikerumuni lebah untuk meminum kembali madu di wajah pasien.

Selama sekitar 30 menit, lebah berusaha meminum madu diwajah pasien. Saat itulah, secara otomatis, flek hitam dan kotoran di pori-pori wajah pasien terangkat pula. Usai menjalani terapi, wajah pasien cukup dibersihkan dengan air hangat.

Metode sederhana dengan biaya Rp 75.000,- selama 30 menit ini bermanfaat mengencangkan kulit, hingga kulit wajah tampak putih bersinar secara alami.

Para pasien mengaku sangat menikmati terapi masker madu. Bahkan, kekhawatiran akan disengat lebaha, tidak terbukti karena sang Terapits adalah pawang lebah. Apalagi, bahan yang digunakan adalah madu alami tanpa zat kimia, sehingga tidak memiliki efek samping.

IBU-IBU LANSIA SULAP KAIN BEKAS JADI KESET CANTIK



Ibu-ibu lansia di Gresik Jawa Timur, mampu menyulap kain bekas menjadi keset cantik berkualitas. Bahkan, keset buatan ibu-ibu lansia tersebut mampu merambah pasar di sejumlah kota di tanah air.

Setiap hari, ibu-ibu lansia di desa Cerme Lor kecamatan Cerme, berkumpul di rumah milik ibu Supatmi bukan untuk ngerumpi, melainkan sedang memanfaatkan kain bekas untuk di sulap menjadi keset cantik. Kegiatan seperti ini telah berangsung selama hampir sepuluh tahun lamanya.

Kain bekas yang menjadi bahan baku ini di dapat dari para pemasok asal kota Semarang Jawa Tengah. Pasalnya, tidak sembarang kain bisa di sulap menjadi keset. Yang bagus adalah jenis kain katun karena mudah menyerap air.

Tak tanggung-tanggung, dalam setiap 3 minggu sekali, ibu-ibu ini mendatangkan 6 ton kain bekas untuk selanjutnya di sulap menjadi keset.

Membuat keset kain ini tidaklah sulit. Mula-mula, kain di cuci lalu di lanjutkan proses pemlihan warna. Pada proses inilah, insting seni ibu-ibu ini muncul. Pasalnya, paduan warna haruslah serasi agar keset yang di produksi nanti memiliki kombinasi warna yang menarik. Palagi, kain bekas, motif warnanya sangat beragam.

Selanjutnya, kain ini di potong dan di rangkai sedemikian rupa, mirip bunga-bunga kecil. Potongan kain ini di rangkai satu sama lainnya untuk selanjutnya di padukan dalam sebuah jahitan di atas lembaran kain yang telah di potong sesuai keinginan.

Dalam sehari, ibu-ibu ini mampu memrpoduksi sekitar 400 keset berbagai ukuran, yakni oval, bulat, kotak serta bentuk mangkok.

Ibu-ibu ini mengaku bisa mendapatkan untung sekitar 500 rupiah dalam setiap keset yang di jualnya. Satu keset di jual seharga 2000 hingga 3500 rupiah tergantung ukuran dan kualitasnya. “Labanya terlalu kecil karena kurang bantuan promosi”, ujar Supatmi, salah seorang ibu pembuat keset.

Keset-keset buatan ibu-ibu lansia ini telah merambah pasar sejumlah kota di tanah air, seperti Surabaya, Semarang, Jakarta hingga Batam.

Namun, kurangnya bantuan pemerintah setempat untuk mempromosikan keset kain bekas ini membuat penghasilan para pembuatnya kurang maksimal.

MEMBUAT BUBUR HARISAH, BUBUR KAMBING PENAMBAH STAMINA KAUM PRIA

Bubur harisah, ternyata bukan hanya milik masyarakat timur tengah saja. Di Gresik Jawa Timur, sejumlah warga telah menjual bubur yang di yakini bisa menambah stamina kaum pria itu, lebih dari 25 tahun lamanya. Bahkan, cara memasaknya masih menggunakan alat-alat tradisional.

Di rumahnya di Desa Bungah Kecamatan Bungah, Gresik, seorang ibu rumah tangga bernama, Anisah memasak bubur harisah bersama 5 orang karyawannya. Anisah, telah menggeluti usaha membuat bubur harisah, lebih dari 25 tahun lamanya. Selama itu pula, usahanya bisa di bilang lancar. Bahan utama bubur harisah adalah daging kambing yang berusia 3 tahun lebih. Daging kambing ini, di masak dalam tungku dan panci besar selama kurang lebih 5 jam. Bahan-bahan lain yang tak kalah pentingnya adalah gandum, tepung beras dan tepung ketan, bawang putih, merica, jahe, cengkeh, kapulogo serta minyak samin.

Dengan perbandingan gandum dan daging kambing satu berbanding tiga, sehingga daging harus benar-benar menyatu dengan tepung. Proses pembuatannya memang cukup rumit. Pertama biji gandum dicuci lalu direndam selama dua jam. Perendaman harus maksimal, agar ketika diaduk jadi satu dengan bahan lain gandum bisa meresap bumbu. Setelah itu, baru gandum direbus bersama daging kambing dan bahan lainnya selama 5 jam hingga biji gandum mekar dan daging kambingnya lumer.

Proses membuat harisah siap saji ini, membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam untuk 2 kwintal bubur harisah. Rentang waktu serta beratnya adonan bubur, mengharuskan pekerjaan ini di tangani kaum pria. Apalagi, kaum pria lah yang selama ini banyak menikmati khasiat bubur asal Timur Tengah ini.

Bubur harisa aromanya juga sangat khas. Rasanya sangat gurih dengan citarasa kuat pada daging dan gandum. Untuk menetralisir agar tidak terlalu gurih, biasanya disediakan bubuk gula yang bisa dicampur sesuai selera. Menurut para penikmatnya, pengaruh daging kambing serta bumbu yang komplit membuat kondisi tubuh terasa lebih segar sesaat setelah menyantap bubur harisah.

Salah satu keunikan bubur harisah milik Anisah ini adalah alat yang di gunakan dalam memasak, masih menggunakan alat tradisional, seperti tungku tanah liat, bahan bakar kayu pohon bakau serta alat adonan berupa beberapa bilah bambu.

MENIKMATI MIE DENGAN NUANSA SEPERTI DI PENJARA

Sensasi menikmati mie di dalam rumah tahanan ktersebut bisa dijumpai di Lamongan Jawa Timur. Sebuah cafe menyediakan menu mie rampok, didesain seperti layaknya rumah tahanan. Selain bisa menikmati lezatnya mie pedas, para pengunjung juga merasakan suasana di dalam rumah tahanan (06/03/2016).

Rumah makan di Jalan Wahidin Sudiro Husodo Kota Lamongan tersebut berbeda dengan rumah makan lainnya. Konsep rumah tahanan menjadi daya tarik bagi para konsumen penikmat kuliner.

Desain rumah makan tersebut diciptakan semirip mungkin dengan rumah tahanan. Ruang-ruang yang ada di dalamnya di beri skat teralis besi mirip penjara. Di pintu masuk di beri papan nama kelompok tahanan, mulai tahanan narkoba, hingga ruang isolasi.

Para pelanggan rumah makan tersebut mulai dari orang dewasa hingga remaja. Rata-rata pengunjung datang untuk menikmati mie pedas dengan suasana yang berbeda.

Menu mie yang disediakan juga beragam. Mulai dari mie rampok hukum mati dengan 100 cabe, mie rampok hukuman cambuk dengan 55 cabe, mie rampok tahanan rumah dengan 15 cabe serta mie rampok salah tangkap dengan 5 cabai. Selain mie, aneka camilan dengan nama unik juga disediakan untuk memanjakan lidah para pengunjung.

Menurut mukhlis, salah seorang pengunjung, rasa mie rampok berbeda dengan mie lainnya. Selain itu, suasana yang ditawarkan juga berbeda dengan yang lainnya.

Ibnu, pemilik rumah makan mengaku konsep rumah tahanan tersebut satu-satunya yang ada di lamongan. Harga mie rampok tersebut juga cukup terjangkau, satu porsi mie beserta minuman antara sepuluh hingga lima belas ribu rupiah.

Jika anda ingin mencoba mie pedas dengan suasana rumah tahanan, anda bisa datang ke rumah makan mie rampok tersebut.

SISWA SMA SULAP LIMBAH TEKSTIL JADI ENERGI LISTRIK

Keprihatinan akan dampak pencemaran lingkungan dari limbah tekstil mendorong tiga siswi SMA, di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur membuat sumber energi listrik dari air limbah tekstil batik. Bahkan, rancangan teknologi ramah lingkungan tersebut bisa diterapkan dengan konsep energy listrik bawah tanah. Penemuan tersebut mengantarkan mereka sebagai juara lomba karya ilmiah tingkat SMA se Jawa Bali beberapa waktu lalu.

Ide awal menciptakan energi listrik berbahan dasar limbah tekstil tersebutmuncul saat ketiga siswi SMA Muhammadiyah 1 Babat, Lamongan tersebutmelihat banyak limbah tekstil di sentra industri tekstil di Lamongan yang tidak pernah dikelola dengan baik.

Berbekal pengetahuan jika limbah tekstil mengandung unsur asam sulfat, asam amino dan elektrolit dari hasil pewarnaan batik yang mengandung daya listrik, ketiga pelajar yakni Anisa Tiara Madhani, Ayunia Rosyidah dan Dyah Mitha Putri, lantas mencoba mengandalkan reaksi kimia alami dari zat-zat yang terkandung dalam air limbah tekstil yang diendapkan selama satu hari untuk menghasilkan partikel dan ion sebagai sumber energi listrik.

Dalam penelitiannya siswa SMA ini, menggunakan setengah liter air limbah tekstil. Setelah diendapkan, kemudian air limbah ditempatkan di sejumlah tabung yang terbuat dari potongan selang, kemudian dilakukan perangkaian katoda dan anoda berupa pelat seng dan pelat tembaga di bagian atas selang. Setiap pelat seng dan pelat tembaga disambungkan dengan penjepit buaya dan dirangkai menggunakan kabel.

Menurut para siswa, penemuan tersebutmerupakan miniatur dari rangkaian teknologi masa depan, yakni berupa sumber energi listrik dengan limbah tekstil yang ditempatkan di sebuah waduk bawah tanah, sehingga bisa disalurkan secara aman ke masyarakat luas.

"Ini sebenarnya merupakan prototype dari rancangan teknologi ramah lingkungan di masa depan dengan membuat semacam waduk bawah tanah sebagai tempat limbah tekstil untuk energi listrik", ujar Anisa Tiara Madhani.

Dalam uji cobanya, para pelajar tersebutmembuat miniatur rumah, dengan lampu LED yang digunakan sebagai lampu penerang. Selain itu energi listrik limbah tekstil tersebutdigunakan untuk menghidupkan jam dan kalkulator.

UNIK, QOSIDAH DENGAN MUSIK SAMPAH DAN ALAT DAPUR

Sampah oleh kebanyakan orang dianggap barang-barang yang tak berharga. Namun, tidak demikian dengan ibu-ibu PKK di Gresik jawa timur yang memanfaatkannya sebagai alat musik dalam qosidah. Ditambah alat dapur sebagai variasi bunyi musik, menambah irama qasidah menjadi sangat berkesan dan natural, terutama dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.

Suasana kemeriahan lomba qosidah di Balai Desa Samirplapan Kecamatan Duduksampeyan, Gresik yang menampilkan kelompok musik ibu-ibu PKK dari tiap RT. Mereka begitu bersemangat dalam menyajikan lantunan musik shalawat nada qosidah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Apalagi, alat musik yang digunakan adalah sampah dan alat dapur yang oleh sebagian orang dianggap barang-barang yang tak berharga.

Ditangan-ibu-ibu pkk ini, botol mineral, bak sampah, tutup panci, tempat nasi dan lain sebagainya, justru bisa dimanfaatkan sebagai alat musik. Apalagi, kombinasi suaranya begitu berirama saat berpadu dengan lantunan lagu-lagu islami.

Ibu-ibu PKK ini mengaku tak sembarangan menggunakan alat musik sampah dan alat dapur. Dibutuhkan waktu setidaknya 1 minggu untuk mencoba bunyi dari aneka barang-barang limbah ini. Setelah itu, mereka kemudian memadukannya dengan lagu qosidah hingga bisa tampil memukau di depan penonton.