This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

UNIK, IRAMA QOSIDAH DENGAN MUSIK ALAT DAPUR DAN SAMPAH

Sampah oleh kebanyakan orang dianggap barang-barang yang tak berharga. Namun, tidak demikian dengan ibu-ibu PKK di Gresik Jawa Timur yang memanfaatkannya sebagai alat musik dalam qosidah. Ditambah alat dapur sebagai variasi bunyi musik, menambah irama qasidah menjadi sangat berkesan dan natural, terutama dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (21/02/2016).

Suasana kemeriahan lomba qosidah di Balai Desa Samirplapan Kecamatan Duduksampeyan, Gresik yang menampilkan kelompok musik ibu-ibu PKK dari tiap RT. Mereka begitu bersemangat dalam menyajikan lantunan musik shalawat nada qosidah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Apalagi, alat musik yang digunakan adalah sampah dan alat dapur yang oleh sebagian orang dianggap barang-barang yang tak berharga.

Ditangan-ibu-ibu pkk ini, botol mineral, bak sampah, tutup panci, tempat nasi dan lain sebagainya, justru bisa dimanfaatkan sebagai alat musik. Apalagi, kombinasi suaranya begitu berirama saat berpadu dengan lantunan lagu-lagu islami.

Ibu-ibu PKK ini mengaku tak sembarangan menggunakan alat musik sampah dan alat dapur. Dibutuhkan waktu setidaknya 1 minggu untuk mencoba bunyi dari aneka barang-barang limbah ini. Setelah itu, mereka kemudian memadukannya dengan lagu qosidah hingga bisa tampil memukau di depan penonton.

MENYULAP KACA KRISTAL MENJADI BERAGAM SOUVENIR CANTIK

Kaca kaca kristal, menggoreskan berjuta pengalaman berharga, dalam kehidupan Sujud Setyo Budi (35 tahun,) seorang seniman kaca kristal asal Gresik, Jawa Timur. Perajin seni yang merintis usahanya mulai dari nol, kini mulai menikmati jerih payahnya, karena omset penjualannya telah mencapai 10 juta rupiah, perbulan.

Semburan panasnya api, yang dihasilkan gas elpiji, gas oksigen, dan kaca mata hitam, seolah menjadi rutinitas keseharian, sujud setyobudi, perajin seni kaca pyrex, asal Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti. Pengolahan kaca pyrex atau kristal, menjadi beragam produk karya seni cantik, yang semua prosesnya dilakukan secara manual, memanfaatkan keterampilan tangan, dan tidak menggunakan alat cetak sedikitpun.

Perajin yang sudah 12 tahun menekuni seni kaca pyrex, dengan lincah memainkan jemari tanganya, mengolah kaca pyrex, menjadi baragam karya seni cantik, diantaranya cenderamata, piala, miniatur patung, hingga pernak-pernik hiasan rumah.

Hanya mengandalkan imajinasi, dan kekuatan pikiran, lelaki yang sudah dikaruniai dua orang anak ini, cukup mahir mewujudkan baragam produk karya seni, mulai dari miniatur kapal dewaruci, rusa bawean, delman, patung yos sudarso, ular naga, kaligrafi dan beragam jenis hewan lainnya.

Sujud Setyobudi, mengatakan, memulai usaha seni kaca pyrex, setelah tempat kerjanya di rumah usaha kerajinan kaca pyrex, milik warga negara malaysia gulung tikar, karena rendahnya minat masyarakat terhadap seni kaca pyrex.

Selama hampir satu tahun, sujud setyobudi, terpaksa bekerja serabutan. Pada tahun 2001, dia nekad memberanikan diri dengan membuka usaha kerajinan seni kristal, bernama kaca kract collection, dengan memanfaatkan rumah mungilnya.

Produk karya seni kaca kristal yang dia hasilkan, akhirnya mendapatkan sambutan antusias masyarakat. Sekali mengikuti pameran, rata-rata menerima pesanan hingga mencapai jutaan rupiah. Bahkan, omset penjualannya kini mencapai 10 juta rupiah, per bulan.

Hasil karya seninya, yang dijual mulai seharga 15 ribu rupiah hingga 300 ribu rupiah, kini tidak hanya diminati warga gresik dan sekitarnya, tetapi pesanan juga datang dari warga menca negara.