UNIK, IRAMA QOSIDAH DENGAN MUSIK ALAT DAPUR DAN SAMPAH

Sampah oleh kebanyakan orang dianggap barang-barang yang tak berharga. Namun, tidak demikian dengan ibu-ibu PKK di Gresik Jawa Timur yang memanfaatkannya sebagai alat musik dalam qosidah. Ditambah alat dapur sebagai variasi bunyi musik, menambah irama qasidah menjadi sangat berkesan dan natural, terutama dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (21/02/2016).

Suasana kemeriahan lomba qosidah di Balai Desa Samirplapan Kecamatan Duduksampeyan, Gresik yang menampilkan kelompok musik ibu-ibu PKK dari tiap RT. Mereka begitu bersemangat dalam menyajikan lantunan musik shalawat nada qosidah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Apalagi, alat musik yang digunakan adalah sampah dan alat dapur yang oleh sebagian orang dianggap barang-barang yang tak berharga.

Ditangan-ibu-ibu pkk ini, botol mineral, bak sampah, tutup panci, tempat nasi dan lain sebagainya, justru bisa dimanfaatkan sebagai alat musik. Apalagi, kombinasi suaranya begitu berirama saat berpadu dengan lantunan lagu-lagu islami.

Ibu-ibu PKK ini mengaku tak sembarangan menggunakan alat musik sampah dan alat dapur. Dibutuhkan waktu setidaknya 1 minggu untuk mencoba bunyi dari aneka barang-barang limbah ini. Setelah itu, mereka kemudian memadukannya dengan lagu qosidah hingga bisa tampil memukau di depan penonton.

0 comments:

Post a Comment