This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

WISATA KESEHATAN KE TAMAN JAMU SAMBIL MENGENAL TANAMAN OBAT HERBAL

Berwisata ke lokasi Wisata Kesehatan Jamu di Desa Kalibakung, Tegal, Jawa Tengah sambil mengenal jenis-jenis tanaman obat yang beragam, nampaknya perlu Anda coba. Selain bisa menikmati keindahan alam lereng pegunungan Slamet, anda bisa sambil melihat jenis tanaman obat-obatan herbal.

Dengan luas tanah sekitar 3 hektar, lokasi wisata kesehatan jamu, ini ramai dikunjungi warga. Setiap warga yang datang di tempat wisata yang terletak di lereng gunung slamet ini, bisa menikmati keindahan alam, juga dapat mengenal jenis-jenis obat herbal, seperti kumis kucing untuk memperlancar buang air kecil, atau menta pengusir batuk, jahe dan lainnya.

Uniknya, tanaman obat lengkap beserta keterangan yang dibuat di papan, untuk mempermudah pengunjung lebih mengenalkan tanaman obat kepada pengunjung yang datang.

tidak jauh dari kebun obat herbal, di tempat ini terdapat klinik pengobatan jamu. Banyak warga yang berkunjung kesini untuk berobat, lengkap dengan pemeriksaan dokter ahli.

Namun jangan harap pulang dengan membawa obat dalam bentuk kapsul maupun tablet. Warga yang berobat hanya bisa mendapatkan jamu yang langsung diracik di klinik, dan dibawa pulang pasien untuk diseduh di rumah.

Menurut pengelola wisata kesehatan jamu, kebanyakan warga yang datang berobat mengeluhkan sakit pegal linu, asam urat, kencing manis, dan batu ginjal. Selain dari tegal, para pasien juga banyak yang datang dari luar kota, bahkan jakarta dan surabaya. “mereka yang berkunjung, memiliki beragam keluhan, dan kita mencoba bentu mengatasinya”, suwaspodo, pengelola wisata kesehatan jamu.

Untuk berobat ke tempat ini umumnya para pengunjung lebih memilih jamu herbal karena cocok dan harganya terjangkau. Untuk jamu yang diminum satu minggu.

MENYULAP AIR LIMBAH CUCIAN BERAS JADI DETERJEN PENCUCI LANTAI

Setiap rumah tangga dan depot rumah makan, pasti memiliki limbah air cucian beras yang selalu dibuang percuma karena dianggap tak berguna. Padahal, siswa Madrasah Tsanawiyah Di Lamongan Jawa Timur, berhasil membuktikan jika limbah air cucian beras, bisa dimanfaatkan sebagai cairan pembersih lantai.

Limbah air cucian beras oleh kebanyakan orang dianggap kurang bermanfaat, sehingga selalu dibuang sia-sia. Padahal, air limbah cucian beras bisa dimanfaatkan sebagai cairan pembersih lantai. Hal ini telah dibuktikan oleh 3 orang siswa Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Anwar Desa Sungelabak Kecamatan Karanggeneng, Lamongan (22,03,2016).

Ketiga siswa, yakni Ahmad Bagus Muzakki, Dananjaya Danis Suryananda serta Fatih Ahmad berhasil membuktikannya dalam lomba daur ulang limbah tingkat Karesidenan Bojonegoro, bulan lalu.

Bahan-bahan yang diperlukan sangat mudah, yakni botol bekas, air limbah cucian beras serta buah jeruk nipis yang berfungsi menghilangkan bau beras. Untuk membuatnya, peras jeruk nipis kemudian air perasannya dicampur air cucian beras. Aduklah hingga air jeruk bercampur rata dengan air beras. Tunggu sekitar dua menit. Maka air cucian beras, siap mengkilatkan lantai rumah anda.

Menurut para siswa, ide awal memanfaatkan limbah cucian beras ini berangkat dari keprihatinannya pada air cucian beras di setiap rumah tangga yang dibuang percuma. Padahal, cucian beras mengandung mikroba yang bisa membasmi pantogen, atau kuman yang banyak berkembang di lantai rumah.”Ya, berangkat dari keprihatian tersebut, kita akhirnya memadukan pengetahuan dengan berbagai percobaan dulu’, ujar Bagus Muzakki, salah seorang siswa peneliti.

Agar bisa bermanfaat bagi masyarakat umum, pihak sekolah berencana akan mensosialisasikannya kepada masyarakat luas agar bisa dimanfaatkan masyarakat umum. Apalagi, setiap rumah tangga dipastikan memproduksi limbah cucian beras.

Disamping sebagai cairan pencuci lantai, para siswa berencana akan melakukan penelitian lebih jauh untuk memanfaatkan limbah cucian beras untuk berbagai keperluan lainnya.

BELALANG GORENG YANG GURIH TINGKATKAN VITALITAS KAUM PRIA

Belalang yang sering kita jumpai di sawah, ternyata memiliki rasa gurih dan renyah. Di Lamongan Jawa Timur, sebuah warung sederhana menyediakan menu khusus berupa belalang goreng yang dipercaya meningkatkan vitalitas kaim pria, menurunkan kolesterol serta melangsingkan tubuh.

Adalah Wenah (50 tahun) warga Desa Sembung Kecamatan Sukorame, Lamongan yang telah membuka usaha penjualan belalang goreng selama 16 tahun di warungnya yang sederhana. Awalnya hanya iseng saat suaminya minta digorengkan belalang hasil tangkapannya. Seiring berjalannya waktu, banyak warga sekitar yang memintanya menggorengkan belalang. Akhirnya, Wenah pun berinisiatif menjual belalang goreng.

Untuk mendapatkan belalang dalam jumah besar, yakni 5 sampai 10 Kg belalang hidup perhari, Wenah membelinya dari para pemasok di kampungnya serta beberapa warga di desa lain dengan harga 50 Ribu Rupiah setiap Kilogramnya.

Rata-rata, pelanggan yang datang memilih menikmati belalang goreng di warung Wenah, karena belalang masih hangat dan harum, meski tidak sedikit pula yang membawa pulang untuk dinikmati di rumah. Disamping sebagai camilan, belalang goreng juga terasa nikmat dijadikan lauk pauk nasi.

Dalam sehari, Wenah mengaku mendapatkan omset penjualan belalang mencapai 500 ribu hingga 1 Juta Rupiah setiap harinua. Jika pelanggan ramai, bisa mencapai 1,5 Juta Rupiah.

"Selama 16 tahun berjualan, omsetnya pasang surut. Tapi karena sekarang musim belalang dengan kualitas bagus, waring saya lumayan ramai", ujar Wenah.

Untuk menggoreng belalang sangat mudah. Mula-mula, belalang mentah dicuci kwmudian kotorannya dibuang. Setelah dicampur dengan bumbu khusus, lalu digoreng hingga warnanya terlihat kecoklatan.

Menurut para penikmatnya, belalang goreng memiliki khasiat meningkatkan vitalitas kaum pria, menurunkan kolesterol serta melangsingkan badan bagi kaim wanita pasca persalinan.

MERAUP PULUHAN JUTA RUPIAH DENGAN BETERNAK CACING KRISTAL

Selama ini, cacing dikenal sebagai binatang menjijikkan bahkan dimusnahkan. Tetapi bagi keluarga Suyatmin, warga kelurahan kersen kabupaten bantul, yogyakarta, cacing justru menjadi sumber utama penghasilannya. Dalam sebulan dari beternak cacing dapat menghasilkan 50 juta lebih.

Di halaman rumahnya terdapat puluhan ribu cacing yang sedang dikembang biakkan oleh keluarga Suyatmin, , dari hasil beternak cacing, Suyatmin dapat meraih keuntungan lebih dari 50 juta rupiah perbulan.

Cara beternak pun sangat mudah. Telur cacing yang berisi minimal 10 anak cacing di setiap telurnya. Telur cacing ini disebarkan di dalam serbuk sisa gergajian kayu. Telur - telur ini akan menetas dan dalam waktu 3 bulan akan menjadi cacing yang siap bertelur dan berkembang biak dengan cepat.

Setelah telur menetas, maka cacing yang ada di dalam serbuk diberi makan kotoran sapi yang ditabur di atas serbuk yang menjadi rumah cacing. Setelah berumur 3 bulan cacing bisa dipanen untuk dijual.

Cacing dipanen dan dimasukkan kedalam plastic kecil yang dicampur dengan serbuk sisa gergajian kayu. Satu kilogram cacing dijual dengan harga 80 ribu rupiah. Cacing ini dijual untuk makanan burung dan hewan piaraan lainnya. Suyatmin, mengaku setiap bulan mampu menjual 8 kwintal cacing ke sejumlah kota di pulau jawa.

Selain untuk makanan hewan piaraan seperti burung dan ikan hias, cacing kristal juga dapat digunakan untuk bahan kapsul obat sakit thypus.

Suyatmin semula tidak menyangka, jika ternak cacing dapat menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulannya. Pada awalnya, ternak cacing hanya untuk mengisi masa pensiun sambil memelihara ikan di kalam samping rumahnya.. Namun ternyata, setelah digeluti dengan serius, setiap bulan minimal mengantongi 60 juta rupiah dari menjual cacing. Bahkan kini pihaknya kualahan memenuhi pesanan, seingga dirinya kini membina 40 petani untuk ikut mengembangbiakkan cacing dan menjual cacing pada dirinya untuk memenuhi pesanan dari luar kota.

KERAJINAN TENUN LIDI ASAL CIAMIS TEMBUS PASAR ASIA DAN EROPA

Puluhan pengrajin Tenun Lidi di sentra kerajinan tenun lidi di Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menghasilkan berbagai tenun berbahan dasar lidi yang dibuat secara kreatif dan inovatif menjadi berbagai bentuk aksesoris mebeler.

Hasil karya para pengrajin tenun lidi antara lain kotak tempat tisue, kotak buku dan compac disc, tempat cucian, kotak perhiasan dan berbagai bentuk asesoris lainnya.

Hasil kreatifitas para pengrajin ini terlihat unik dan menarik, karena selain berbahan dasar lidi dan benang yang ditenun langsung menggunakan alat tenun tradisional, mereka juga membuat aksesoris secara manual menggunakan keterampilan tangan.

Salah seorang pemilik workshop Laksana Three Karya bernama Nuruh Huda mislanya, telah mempekerjakann sedikitnya 80 orang warga sekitar untuk membuat tenun lidi dan membentuknya menjadi berbagai karya kerajinan tangan yang unik dan menarik.

Nurul huda menjelaskan, selain untuk memenuhi pasar lokal, hasil karya tenun lidi itu juga kini bisa menembus pasar sejumlah negara di asia dan eropa. Sementara pasar lokal yang baru terpenuhi diantaranya, jakarta, bandung, jawa tengah dan yogyakarta. Inovasi yang dihasilkan dari tenun lidi tersebut, diantaranya wallpaper untuk dinding dan juga gorden. Sementara produk lainnya yang dihasilkan dari tenun lidi ini, dibandrol dengan harga cukup vareatif, mulai belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Banyaknya pengrajin tenun lidi di desa ini membuat pemerintah mencanangkan untuk membuat desa tersebut menjadi sentra wisata kerajinan tenun lidi di Kabupaten Ciamis.

SENSASI FACIAL DENGAN LEBAH MADU

Banyak cara ditempuh kaum wanita untuk memperoleh wajah cantik dan bersinar, baik cara-cara medis mapun herbal. Namun pernahkah Anda mencoba masker pelindung wajah menggunakan madu serta pijatan lebah di wajah? Terapi madu dan pijatan lebah ini ternyata mampu menghilangkan plek hitam di wajah secara alami. Metode ini sangat aman karena tidak menggunakan kimia sama sekali.

Tejo Asmoro adalah seorang pawang lebah di kota Tegal Jawa Tengah yang dalam beberapa bulan terakhir membuka praktek facial dengan teknik masker madu dan pijatan lebah. Sejak membuka praktek dirumahnya di Jalan Ki Hajar Dewantara Kelurahan Sumur Tegal, Tejo telah menangani ratusan pelanggan yang rata-rata kaum hawa.

Pasien yang menjalani terapi harus dalam keadaan suci atau tidak sedang datang bulan. Setelaj wajahnya dicuci bersih, Tejo mengolesi wajah pasien dengan madu hingga rata. Setelah itu, Tejo memindahkan koloni lebah dekat wajah pasien. Kontan, wajah pasien langsung dikerumuni lebah untuk meminum kembali madu di wajah pasien.

Selama sekitar 30 menit, lebah berusaha meminum madu diwajah pasien. Saat itulah, secara otomatis, flek hitam dan kotoran di pori-pori wajah pasien terangkat pula. Usai menjalani terapi, wajah pasien cukup dibersihkan dengan air hangat.

Metode sederhana dengan biaya Rp 75.000,- selama 30 menit ini bermanfaat mengencangkan kulit, hingga kulit wajah tampak putih bersinar secara alami.

Para pasien mengaku sangat menikmati terapi masker madu. Bahkan, kekhawatiran akan disengat lebaha, tidak terbukti karena sang Terapits adalah pawang lebah. Apalagi, bahan yang digunakan adalah madu alami tanpa zat kimia, sehingga tidak memiliki efek samping.

IBU-IBU LANSIA SULAP KAIN BEKAS JADI KESET CANTIK



Ibu-ibu lansia di Gresik Jawa Timur, mampu menyulap kain bekas menjadi keset cantik berkualitas. Bahkan, keset buatan ibu-ibu lansia tersebut mampu merambah pasar di sejumlah kota di tanah air.

Setiap hari, ibu-ibu lansia di desa Cerme Lor kecamatan Cerme, berkumpul di rumah milik ibu Supatmi bukan untuk ngerumpi, melainkan sedang memanfaatkan kain bekas untuk di sulap menjadi keset cantik. Kegiatan seperti ini telah berangsung selama hampir sepuluh tahun lamanya.

Kain bekas yang menjadi bahan baku ini di dapat dari para pemasok asal kota Semarang Jawa Tengah. Pasalnya, tidak sembarang kain bisa di sulap menjadi keset. Yang bagus adalah jenis kain katun karena mudah menyerap air.

Tak tanggung-tanggung, dalam setiap 3 minggu sekali, ibu-ibu ini mendatangkan 6 ton kain bekas untuk selanjutnya di sulap menjadi keset.

Membuat keset kain ini tidaklah sulit. Mula-mula, kain di cuci lalu di lanjutkan proses pemlihan warna. Pada proses inilah, insting seni ibu-ibu ini muncul. Pasalnya, paduan warna haruslah serasi agar keset yang di produksi nanti memiliki kombinasi warna yang menarik. Palagi, kain bekas, motif warnanya sangat beragam.

Selanjutnya, kain ini di potong dan di rangkai sedemikian rupa, mirip bunga-bunga kecil. Potongan kain ini di rangkai satu sama lainnya untuk selanjutnya di padukan dalam sebuah jahitan di atas lembaran kain yang telah di potong sesuai keinginan.

Dalam sehari, ibu-ibu ini mampu memrpoduksi sekitar 400 keset berbagai ukuran, yakni oval, bulat, kotak serta bentuk mangkok.

Ibu-ibu ini mengaku bisa mendapatkan untung sekitar 500 rupiah dalam setiap keset yang di jualnya. Satu keset di jual seharga 2000 hingga 3500 rupiah tergantung ukuran dan kualitasnya. “Labanya terlalu kecil karena kurang bantuan promosi”, ujar Supatmi, salah seorang ibu pembuat keset.

Keset-keset buatan ibu-ibu lansia ini telah merambah pasar sejumlah kota di tanah air, seperti Surabaya, Semarang, Jakarta hingga Batam.

Namun, kurangnya bantuan pemerintah setempat untuk mempromosikan keset kain bekas ini membuat penghasilan para pembuatnya kurang maksimal.

MEMBUAT BUBUR HARISAH, BUBUR KAMBING PENAMBAH STAMINA KAUM PRIA

Bubur harisah, ternyata bukan hanya milik masyarakat timur tengah saja. Di Gresik Jawa Timur, sejumlah warga telah menjual bubur yang di yakini bisa menambah stamina kaum pria itu, lebih dari 25 tahun lamanya. Bahkan, cara memasaknya masih menggunakan alat-alat tradisional.

Di rumahnya di Desa Bungah Kecamatan Bungah, Gresik, seorang ibu rumah tangga bernama, Anisah memasak bubur harisah bersama 5 orang karyawannya. Anisah, telah menggeluti usaha membuat bubur harisah, lebih dari 25 tahun lamanya. Selama itu pula, usahanya bisa di bilang lancar. Bahan utama bubur harisah adalah daging kambing yang berusia 3 tahun lebih. Daging kambing ini, di masak dalam tungku dan panci besar selama kurang lebih 5 jam. Bahan-bahan lain yang tak kalah pentingnya adalah gandum, tepung beras dan tepung ketan, bawang putih, merica, jahe, cengkeh, kapulogo serta minyak samin.

Dengan perbandingan gandum dan daging kambing satu berbanding tiga, sehingga daging harus benar-benar menyatu dengan tepung. Proses pembuatannya memang cukup rumit. Pertama biji gandum dicuci lalu direndam selama dua jam. Perendaman harus maksimal, agar ketika diaduk jadi satu dengan bahan lain gandum bisa meresap bumbu. Setelah itu, baru gandum direbus bersama daging kambing dan bahan lainnya selama 5 jam hingga biji gandum mekar dan daging kambingnya lumer.

Proses membuat harisah siap saji ini, membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam untuk 2 kwintal bubur harisah. Rentang waktu serta beratnya adonan bubur, mengharuskan pekerjaan ini di tangani kaum pria. Apalagi, kaum pria lah yang selama ini banyak menikmati khasiat bubur asal Timur Tengah ini.

Bubur harisa aromanya juga sangat khas. Rasanya sangat gurih dengan citarasa kuat pada daging dan gandum. Untuk menetralisir agar tidak terlalu gurih, biasanya disediakan bubuk gula yang bisa dicampur sesuai selera. Menurut para penikmatnya, pengaruh daging kambing serta bumbu yang komplit membuat kondisi tubuh terasa lebih segar sesaat setelah menyantap bubur harisah.

Salah satu keunikan bubur harisah milik Anisah ini adalah alat yang di gunakan dalam memasak, masih menggunakan alat tradisional, seperti tungku tanah liat, bahan bakar kayu pohon bakau serta alat adonan berupa beberapa bilah bambu.

MENIKMATI MIE DENGAN NUANSA SEPERTI DI PENJARA

Sensasi menikmati mie di dalam rumah tahanan ktersebut bisa dijumpai di Lamongan Jawa Timur. Sebuah cafe menyediakan menu mie rampok, didesain seperti layaknya rumah tahanan. Selain bisa menikmati lezatnya mie pedas, para pengunjung juga merasakan suasana di dalam rumah tahanan (06/03/2016).

Rumah makan di Jalan Wahidin Sudiro Husodo Kota Lamongan tersebut berbeda dengan rumah makan lainnya. Konsep rumah tahanan menjadi daya tarik bagi para konsumen penikmat kuliner.

Desain rumah makan tersebut diciptakan semirip mungkin dengan rumah tahanan. Ruang-ruang yang ada di dalamnya di beri skat teralis besi mirip penjara. Di pintu masuk di beri papan nama kelompok tahanan, mulai tahanan narkoba, hingga ruang isolasi.

Para pelanggan rumah makan tersebut mulai dari orang dewasa hingga remaja. Rata-rata pengunjung datang untuk menikmati mie pedas dengan suasana yang berbeda.

Menu mie yang disediakan juga beragam. Mulai dari mie rampok hukum mati dengan 100 cabe, mie rampok hukuman cambuk dengan 55 cabe, mie rampok tahanan rumah dengan 15 cabe serta mie rampok salah tangkap dengan 5 cabai. Selain mie, aneka camilan dengan nama unik juga disediakan untuk memanjakan lidah para pengunjung.

Menurut mukhlis, salah seorang pengunjung, rasa mie rampok berbeda dengan mie lainnya. Selain itu, suasana yang ditawarkan juga berbeda dengan yang lainnya.

Ibnu, pemilik rumah makan mengaku konsep rumah tahanan tersebut satu-satunya yang ada di lamongan. Harga mie rampok tersebut juga cukup terjangkau, satu porsi mie beserta minuman antara sepuluh hingga lima belas ribu rupiah.

Jika anda ingin mencoba mie pedas dengan suasana rumah tahanan, anda bisa datang ke rumah makan mie rampok tersebut.

SISWA SMA SULAP LIMBAH TEKSTIL JADI ENERGI LISTRIK

Keprihatinan akan dampak pencemaran lingkungan dari limbah tekstil mendorong tiga siswi SMA, di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur membuat sumber energi listrik dari air limbah tekstil batik. Bahkan, rancangan teknologi ramah lingkungan tersebut bisa diterapkan dengan konsep energy listrik bawah tanah. Penemuan tersebut mengantarkan mereka sebagai juara lomba karya ilmiah tingkat SMA se Jawa Bali beberapa waktu lalu.

Ide awal menciptakan energi listrik berbahan dasar limbah tekstil tersebutmuncul saat ketiga siswi SMA Muhammadiyah 1 Babat, Lamongan tersebutmelihat banyak limbah tekstil di sentra industri tekstil di Lamongan yang tidak pernah dikelola dengan baik.

Berbekal pengetahuan jika limbah tekstil mengandung unsur asam sulfat, asam amino dan elektrolit dari hasil pewarnaan batik yang mengandung daya listrik, ketiga pelajar yakni Anisa Tiara Madhani, Ayunia Rosyidah dan Dyah Mitha Putri, lantas mencoba mengandalkan reaksi kimia alami dari zat-zat yang terkandung dalam air limbah tekstil yang diendapkan selama satu hari untuk menghasilkan partikel dan ion sebagai sumber energi listrik.

Dalam penelitiannya siswa SMA ini, menggunakan setengah liter air limbah tekstil. Setelah diendapkan, kemudian air limbah ditempatkan di sejumlah tabung yang terbuat dari potongan selang, kemudian dilakukan perangkaian katoda dan anoda berupa pelat seng dan pelat tembaga di bagian atas selang. Setiap pelat seng dan pelat tembaga disambungkan dengan penjepit buaya dan dirangkai menggunakan kabel.

Menurut para siswa, penemuan tersebutmerupakan miniatur dari rangkaian teknologi masa depan, yakni berupa sumber energi listrik dengan limbah tekstil yang ditempatkan di sebuah waduk bawah tanah, sehingga bisa disalurkan secara aman ke masyarakat luas.

"Ini sebenarnya merupakan prototype dari rancangan teknologi ramah lingkungan di masa depan dengan membuat semacam waduk bawah tanah sebagai tempat limbah tekstil untuk energi listrik", ujar Anisa Tiara Madhani.

Dalam uji cobanya, para pelajar tersebutmembuat miniatur rumah, dengan lampu LED yang digunakan sebagai lampu penerang. Selain itu energi listrik limbah tekstil tersebutdigunakan untuk menghidupkan jam dan kalkulator.

UNIK, QOSIDAH DENGAN MUSIK SAMPAH DAN ALAT DAPUR

Sampah oleh kebanyakan orang dianggap barang-barang yang tak berharga. Namun, tidak demikian dengan ibu-ibu PKK di Gresik jawa timur yang memanfaatkannya sebagai alat musik dalam qosidah. Ditambah alat dapur sebagai variasi bunyi musik, menambah irama qasidah menjadi sangat berkesan dan natural, terutama dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.

Suasana kemeriahan lomba qosidah di Balai Desa Samirplapan Kecamatan Duduksampeyan, Gresik yang menampilkan kelompok musik ibu-ibu PKK dari tiap RT. Mereka begitu bersemangat dalam menyajikan lantunan musik shalawat nada qosidah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Apalagi, alat musik yang digunakan adalah sampah dan alat dapur yang oleh sebagian orang dianggap barang-barang yang tak berharga.

Ditangan-ibu-ibu pkk ini, botol mineral, bak sampah, tutup panci, tempat nasi dan lain sebagainya, justru bisa dimanfaatkan sebagai alat musik. Apalagi, kombinasi suaranya begitu berirama saat berpadu dengan lantunan lagu-lagu islami.

Ibu-ibu PKK ini mengaku tak sembarangan menggunakan alat musik sampah dan alat dapur. Dibutuhkan waktu setidaknya 1 minggu untuk mencoba bunyi dari aneka barang-barang limbah ini. Setelah itu, mereka kemudian memadukannya dengan lagu qosidah hingga bisa tampil memukau di depan penonton.

GETUK NYIMUT HANGAT, COCOK DIMAKAN SAAT MUSIM PENGHUJAN

Disaat musim penghujan seperti sekarang ini, makanan atau cemilan yang disajikan hangat menjadi pilihan favorit. Di Kudus, Jawa Tengah, ada makanan khas yang laris diserbu pembeli saat musim hujan. Adalah gethuk nyimut namanya, makanan khas bahan dasar ketela tersebut sangat cocok disantap di tengah hawa dingin musim penghujan.

Gethuk, adalah salah satu jenis makanan tradisional yang sangat populer pada masa lalu. Namun, seiring perjalanan waktu, makanan yang berbahan dasar ketela tersebut dianggap kuno. Namun, Kini, gethuk kembali digemari, bahkan oleh para kawula muda. Seperti di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus. Saat menjelang malam, banyak orang yang berdatangan ke warung kecil milik Warsini untuk menikmati gethuk buatan wanita berumur 45 tahun ini.

Meski lokasinya jauh dari keramaian, tidak menyurutkan niat pelanggan yang ingin menikmati lezatnya gethuk yang dikenal dengan nama gethuk nyimut ini. Begitu sampai, para pelanggan ini langsung nyelonong ke dapur rumah Warsini, yang sibuk menggoreng ratusan gethuk nyimut sejak hari menjelang gelap.

Setiap orang yang berkunjung ke warung ini, hampir selalu menyambangi dapur untuk mengambil gethuknya langsung. Setiap hari, Warsini selalu sibuk di dapur, karena berusaha menyajikan gethuk berukuran sebesar bola tenis itu dalam keadaan hangat.

Untuk memesannya, memang tidak bisa langsung siap saji. Karena begitu ada yang datang untuk memesan, Warsini baru menggorengnya. Hal itu juga yang menjadi alasan mengapa gethuk nyimut baru buka sore hari. Karena, untuk paginya, Warsini dan suami masih sibuk mengupas ketela, yang hari itu juga baru dicabut dari kebunnya.

karena baru dibuatkan saat pesanan datang, pelanggan terpaksa harus bersabar menunggu. Jika pesanan tidak banyak, maka dalam waktu sepuluh hingga lima belas menit, sekitar sepuluh biji gethuk akan segera tersaji. Tapi jika pesanannya banyak, maka waktunya pun bisa lebih lama lagi.

Menurut Warsini, ia menjual gethuk nyimut ini sejak sembilan tahun yang lalu. Nama gethuk nyimut sendiri muncul dari para pelanggan, yang berarti enak dan lezat, terlebih saat disajikan hangat. Dan saat masih panas, cara memakannya pun harus dicuil sedikit demi sedikit sehingga dinamai gethuk nyimut.

Sementara bagi para penikmatnya, sambil menunggu gethuk diangkat dari penggorengan, mereka bisa menikmati segelas kopi atau teh panas. Bahkan, menurut beberapa pelanggan, gethuk ini akan terasa nikmat, jika dipadu dengan kopi hitam panas.

Apalagi dinikmati saat musim hujan seperti sekarang ini. Dan karena lokasi kedai ini di kaki gunung muria, hawa dingin udara pegunungan saat musim penghujan juga menambah nikmat suasana menyantap gethuk nyimut hangat.