GETUK NYIMUT HANGAT, COCOK DIMAKAN SAAT MUSIM PENGHUJAN

Disaat musim penghujan seperti sekarang ini, makanan atau cemilan yang disajikan hangat menjadi pilihan favorit. Di Kudus, Jawa Tengah, ada makanan khas yang laris diserbu pembeli saat musim hujan. Adalah gethuk nyimut namanya, makanan khas bahan dasar ketela tersebut sangat cocok disantap di tengah hawa dingin musim penghujan.

Gethuk, adalah salah satu jenis makanan tradisional yang sangat populer pada masa lalu. Namun, seiring perjalanan waktu, makanan yang berbahan dasar ketela tersebut dianggap kuno. Namun, Kini, gethuk kembali digemari, bahkan oleh para kawula muda. Seperti di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus. Saat menjelang malam, banyak orang yang berdatangan ke warung kecil milik Warsini untuk menikmati gethuk buatan wanita berumur 45 tahun ini.

Meski lokasinya jauh dari keramaian, tidak menyurutkan niat pelanggan yang ingin menikmati lezatnya gethuk yang dikenal dengan nama gethuk nyimut ini. Begitu sampai, para pelanggan ini langsung nyelonong ke dapur rumah Warsini, yang sibuk menggoreng ratusan gethuk nyimut sejak hari menjelang gelap.

Setiap orang yang berkunjung ke warung ini, hampir selalu menyambangi dapur untuk mengambil gethuknya langsung. Setiap hari, Warsini selalu sibuk di dapur, karena berusaha menyajikan gethuk berukuran sebesar bola tenis itu dalam keadaan hangat.

Untuk memesannya, memang tidak bisa langsung siap saji. Karena begitu ada yang datang untuk memesan, Warsini baru menggorengnya. Hal itu juga yang menjadi alasan mengapa gethuk nyimut baru buka sore hari. Karena, untuk paginya, Warsini dan suami masih sibuk mengupas ketela, yang hari itu juga baru dicabut dari kebunnya.

karena baru dibuatkan saat pesanan datang, pelanggan terpaksa harus bersabar menunggu. Jika pesanan tidak banyak, maka dalam waktu sepuluh hingga lima belas menit, sekitar sepuluh biji gethuk akan segera tersaji. Tapi jika pesanannya banyak, maka waktunya pun bisa lebih lama lagi.

Menurut Warsini, ia menjual gethuk nyimut ini sejak sembilan tahun yang lalu. Nama gethuk nyimut sendiri muncul dari para pelanggan, yang berarti enak dan lezat, terlebih saat disajikan hangat. Dan saat masih panas, cara memakannya pun harus dicuil sedikit demi sedikit sehingga dinamai gethuk nyimut.

Sementara bagi para penikmatnya, sambil menunggu gethuk diangkat dari penggorengan, mereka bisa menikmati segelas kopi atau teh panas. Bahkan, menurut beberapa pelanggan, gethuk ini akan terasa nikmat, jika dipadu dengan kopi hitam panas.

Apalagi dinikmati saat musim hujan seperti sekarang ini. Dan karena lokasi kedai ini di kaki gunung muria, hawa dingin udara pegunungan saat musim penghujan juga menambah nikmat suasana menyantap gethuk nyimut hangat.

0 comments:

Post a Comment