IBU-IBU LANSIA SULAP KAIN BEKAS JADI KESET CANTIK



Ibu-ibu lansia di Gresik Jawa Timur, mampu menyulap kain bekas menjadi keset cantik berkualitas. Bahkan, keset buatan ibu-ibu lansia tersebut mampu merambah pasar di sejumlah kota di tanah air.

Setiap hari, ibu-ibu lansia di desa Cerme Lor kecamatan Cerme, berkumpul di rumah milik ibu Supatmi bukan untuk ngerumpi, melainkan sedang memanfaatkan kain bekas untuk di sulap menjadi keset cantik. Kegiatan seperti ini telah berangsung selama hampir sepuluh tahun lamanya.

Kain bekas yang menjadi bahan baku ini di dapat dari para pemasok asal kota Semarang Jawa Tengah. Pasalnya, tidak sembarang kain bisa di sulap menjadi keset. Yang bagus adalah jenis kain katun karena mudah menyerap air.

Tak tanggung-tanggung, dalam setiap 3 minggu sekali, ibu-ibu ini mendatangkan 6 ton kain bekas untuk selanjutnya di sulap menjadi keset.

Membuat keset kain ini tidaklah sulit. Mula-mula, kain di cuci lalu di lanjutkan proses pemlihan warna. Pada proses inilah, insting seni ibu-ibu ini muncul. Pasalnya, paduan warna haruslah serasi agar keset yang di produksi nanti memiliki kombinasi warna yang menarik. Palagi, kain bekas, motif warnanya sangat beragam.

Selanjutnya, kain ini di potong dan di rangkai sedemikian rupa, mirip bunga-bunga kecil. Potongan kain ini di rangkai satu sama lainnya untuk selanjutnya di padukan dalam sebuah jahitan di atas lembaran kain yang telah di potong sesuai keinginan.

Dalam sehari, ibu-ibu ini mampu memrpoduksi sekitar 400 keset berbagai ukuran, yakni oval, bulat, kotak serta bentuk mangkok.

Ibu-ibu ini mengaku bisa mendapatkan untung sekitar 500 rupiah dalam setiap keset yang di jualnya. Satu keset di jual seharga 2000 hingga 3500 rupiah tergantung ukuran dan kualitasnya. “Labanya terlalu kecil karena kurang bantuan promosi”, ujar Supatmi, salah seorang ibu pembuat keset.

Keset-keset buatan ibu-ibu lansia ini telah merambah pasar sejumlah kota di tanah air, seperti Surabaya, Semarang, Jakarta hingga Batam.

Namun, kurangnya bantuan pemerintah setempat untuk mempromosikan keset kain bekas ini membuat penghasilan para pembuatnya kurang maksimal.

0 comments:

Post a Comment