MERAUP PULUHAN JUTA RUPIAH DENGAN BETERNAK CACING KRISTAL

Selama ini, cacing dikenal sebagai binatang menjijikkan bahkan dimusnahkan. Tetapi bagi keluarga Suyatmin, warga kelurahan kersen kabupaten bantul, yogyakarta, cacing justru menjadi sumber utama penghasilannya. Dalam sebulan dari beternak cacing dapat menghasilkan 50 juta lebih.

Di halaman rumahnya terdapat puluhan ribu cacing yang sedang dikembang biakkan oleh keluarga Suyatmin, , dari hasil beternak cacing, Suyatmin dapat meraih keuntungan lebih dari 50 juta rupiah perbulan.

Cara beternak pun sangat mudah. Telur cacing yang berisi minimal 10 anak cacing di setiap telurnya. Telur cacing ini disebarkan di dalam serbuk sisa gergajian kayu. Telur - telur ini akan menetas dan dalam waktu 3 bulan akan menjadi cacing yang siap bertelur dan berkembang biak dengan cepat.

Setelah telur menetas, maka cacing yang ada di dalam serbuk diberi makan kotoran sapi yang ditabur di atas serbuk yang menjadi rumah cacing. Setelah berumur 3 bulan cacing bisa dipanen untuk dijual.

Cacing dipanen dan dimasukkan kedalam plastic kecil yang dicampur dengan serbuk sisa gergajian kayu. Satu kilogram cacing dijual dengan harga 80 ribu rupiah. Cacing ini dijual untuk makanan burung dan hewan piaraan lainnya. Suyatmin, mengaku setiap bulan mampu menjual 8 kwintal cacing ke sejumlah kota di pulau jawa.

Selain untuk makanan hewan piaraan seperti burung dan ikan hias, cacing kristal juga dapat digunakan untuk bahan kapsul obat sakit thypus.

Suyatmin semula tidak menyangka, jika ternak cacing dapat menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulannya. Pada awalnya, ternak cacing hanya untuk mengisi masa pensiun sambil memelihara ikan di kalam samping rumahnya.. Namun ternyata, setelah digeluti dengan serius, setiap bulan minimal mengantongi 60 juta rupiah dari menjual cacing. Bahkan kini pihaknya kualahan memenuhi pesanan, seingga dirinya kini membina 40 petani untuk ikut mengembangbiakkan cacing dan menjual cacing pada dirinya untuk memenuhi pesanan dari luar kota.

0 comments:

Post a Comment