This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

NIKMATNYA MINUM KOPI DI AGROWISATA KEBUN KOPI

Menikmati secangkir kopi luwak plus gula merah di tengah perkebunan kopi mempunyai sensasi tersendiri. Seperti yang terjadi di lokasi Wisata Agrokopi Gunung Gumitir Jember Jawa Timur. Selain menyuguhkan sajian kopi khas dari perkebunan, penikmat kopi dimanjakan dengan panorama alam yang menyegarkan dan memanen sendiri kopi dari pohonnya.

Wisata agrokopi ini berada di pegunungan Gumitir Kabuaten Jember. Gumitir sendiri merupakan suatu kawasan di perbatasan Jember dan Banyuwangi. Perkebunan yang terletak di ketinggian 624 meter dari permukaan laut dan berjarak 39 km dari kota Jember ini dengan kopi jenis robusta dan luwak.

Perbedaan kopi dengan kopi-kopi lain adalah cara menikmatinya.di wisata agro kopi ini, kopi dinikmati dengan gula merah. Cara meminumnya pun berbeda dengan meminum kopi biasanya.

Penikmat kopi harus menggigit lebih dulu gula merahnya baru kemudian meminum kopi dari cangkirnya. Untuk itu, penyajian kopi dipisah dengan gula merah.kopi luwak gula merah ini sangat pas diminum bersama jajan gorengan seperti tahu petis, singkong keju dan tempe goreng yang masih panas.

Sensasi lain meminum kopi di tengah perkebunan kopi adalah panorama alam dan udaranya yang indah dan segar. Pengnjung wisata agro kopi juga diperbolehkan memanen kopi dari pohonnya.harga secangkir kopi luwak 50 ribu rupiah sedangkan kopi robusta 10 ribu rupiah.

BUDIDAYA AYAM BEKISAR SECARA TRADISIONAL HASILKAN JUTAAN RUPIAH

Ayam Bekisar merupakan jenis Ayam hasil persilangan antara Ayam hutan dengan indukan Ayam kapung biasa, karena suaranya yang lantang dan warna yang menarik, tidak sedikit masyarakat yang memilih memelihara Ayam jenis ini untuk dijadikan hobby. Selain berfungsi sebagai hewan hias, Ayam Bekisar ini juga memiliki karakter suara yang khas hingga memiliki daya tarik tersendiri untuk diperlombakan.

Saat ini, proses pembiakan dengan cara tradisional sangat jarang terjadi, sebab, saat ini sudah banyak yang mengembangbiakkan secara kawin suntik. Namun, Abu Tholib warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek adalah salah satu peternak yang mengembangbiakkan Ayam Bekisar dengan cara tradisioanal. Berawal dari iseng, Abu Tholib, yang memulai usahanya sejak tahun 1992, mempunyai ide cemerlang, mengembangbiakkan Ayam Bekisar dengan cara tradisional atau kawin dodokan.

Pada proses kawin alami pejantan hanya dapat mengawini dua sampai tiga ekor indukan dalam satu musim kawin, selain itu proses kawin alami pada Ayam hutan tergolong sulit, peternak harus melewati masa penjodohan terlebih dahulu sebelum pejantan mengawini indukan yang telah dipersiapkan.

Karena keahlian yang dimiliki Abu Tholib, banyak peternak lain yang menggunakan jasanya untuk membiakan Bekisar dengan cara kawin dodokan, tidak tanggung tanggung ia bisa menjual 150 ekor perbulannya yang dipasarkan ke surabaya, madura, kediri bahkan sampai ke kalimantan, dan ia membandrol dengan harga termurah 200 ribu hingga 25 juta rupiah untuk Ayam Bekisar yang sudah jadi dengan suara merdu.

Selain menjadi ladang bisnis, upaya ini di lakukan Abu Tholib untuk melestarikan keturunan Ayam hutan yang saat ini sudah mulai punah.

MENENGOK AGROWISATA PETIK BLIMBING

Agrowisata buah Belimbing di tulungagung, jawa timur, di musim liburan menjadi lokasi wisata alternatif bagi warga kota Tulungagung Jawa Timur dan sekitarnya. Ditempat ini, pengunjung dimanjakan dengan buah Belimbing segar untuk dimakan di tempat atau dibawa pulang.

Wisata petik buah Belimbing, di area Agrowisata Belimbing Di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, menjadi wisata alternatif bagi wisatawan, di saat menikmati liburan tahun ini.

Di kebun dengan luas sekitar 2 hektar ini, para pengunjung dapat menikmati rindangnya pohon Belimbing yang sedang berbuah, sambil memetik sendiri buah Belimbing yang sudah masak di pohon.

Untuk memetik buah Belimbing, para pengunjung didampingi seorang pemandu, yang akan memilihkan buah Belimbing yang siap di petik, sehingga tidak salah petik dengan rasa masam.

Buah Belimbing yang dipetik masih seger inipun, langsung dapat dinikmati di kebun. Selain dapat menikmati manis buah Belimbing, para pengunjung juga menikmati sajian kuliner bakso Belimbing, yang rasanya beda dengan kebanyakan bakso yang ada, serta juice buah Belimbing. Sepulang dari Agrowisata Belimbing ini, pengunjung yang mengindap darah tinggi, dipastikan darah tingginya bisa langsung turun.

Menurut salah seorang pengunjung asal jombang, wisata petik buah Belimbing ini merupakan wisata alternatif yang menyehatkan dan secara langsung memetik buah Belimbing sendiri.

Sementara itu Mulyono, pemilik Agrowisata Belimbing, mengaku di musim liburan, pengunjung mengalami kenaikan 100 persen. Sehingga saat ini pengunjung dibatasi untuk memetik Belimbing, agar pengunjung lainnya masih kebagian memetik buah kaya Vitamin C ini dengan harga 2.000 Rupiah per buah.

BUDIDAYA LEOPARD GECKO, TOKEK BERHARGA JUTAAN RUPIAH

Apa yang anda bayangkan dengan binatang bernama tokek? Tentu bunyinya yang khas. Tetapi, tahukan Anda, jika jenis tokek yang berasal dari Pakistan atau Leopard Gecko harganya bisa mencapai 12 juta rupiah? Harga yang menakjubkan untuk seekor tokek. Karena harganya mahal, Leopard Gecko dibudidayakan.

Berton, warga Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sudah setahun membudidayakan leporad gecko. Hewan ini memang spesial, berasal dari Pakistan, Iran dan India, bentuk dan ukurannya memang beda dengan tokek umumnya, lebih besar dan kulitanya lebih licin. Lebih mirip iguana dibanding tokek.

Habitat aslinya di gurun dan pegunungan kapur. Ini juga yang membuat Leopard Gecko harus dipelihara di pasir kalsium yang ditempatkan di dalam vivarium, sejenis akuarium bisa menggunakan kaca atau wadah plastik biasa.

Memelihara Leopard Gecko gampang-gampang susah. Seperti reptil lainnya, tokek ini juga harus memiliki tempat sembunyi, jika tidak maka akan stress. Hewan malam atau nocturnal ini biasa diberi makan dan aktif pada malam hari. Yang dewasa makanannya jengkerik sekitar 10 ekor per hari, sedangkan yang masih kecil cukup diberi tiga ekor ulat hongkong, atau ulat yang biasa untuk pakan burung.

Selain pakan yang cukup, tokek ini juga harus rajin dikeluarkan untuk berjemur meski angan terlalu lama. Ini untuk menghindari gangguan pernafasan karena udara lembab. Di dalam kandang juga wajib tersedia terus air untuk minum.

Untuk mengawinkan si leopard, bisa dengan perbandingan satu tiga untuk jantan dan betina di dalam satu kandang. Jangan mencampurkan dua pejantan dalam satu kandang karena akan terjadi persaingan menjadi perkelahian yang mematikan. Setelah beberapa hari, Gecko betina akan bertelur. Pisahkan telur di kandang penetasan untuk beberapa minggu telur akan menetas.

Selian kebersihan kandang, pakan mengandung vitamin dan mineral sangat penting. Gecko ini membutuhkan banyak kalsium untuk ketahanan tubuhnya, maka saat memberi pakan jangkrik misalnya bisa dilumuri kaslium terlebih dahulu. Ulat sutera dan ulat bambu juga bisa diberikan tetapi jangan terlalu banyak karena mengandung lemak tinggi.

Anda tahu berapa harga tokek ini? Untuk yang masih kecil saja sudah dihargai 250 ribu per ekor. Berton pernah menjual Leopard Gecko dewasa seharga 12 juta rupiah. Angka yang fantastis untuk seekor tokek. Anda tertarik? Jangan tunggu mengambil keputusan dengan mendengar bunyi tokek, tokek-tokek-tokek.

KERUPUK TULANG IKAN NILA BERKALSIUM TINGGI

Mendengar kata Kerupuk biasanya sering dijumpai irisan tipis dari umbi dan buah maupun sayuran seperti singkong, kentang dan lain sebagainya. Namun di Sukabumi Jawa Barat ada Kerupuk dari duri,tulang,cucuk ikan Nila, padahal duri ikan biasanya menjadi limbah yg sering dibuang karena selain tajam juga tak biasa dikonsumsi.

Adalah Kelompok Wanita Tani "Saluyu" di Kampung Babakan Limbangan, Sukaraja, Sukabumi, membuat Kerupuk ikan Nila. Ibu-ibu PKK ini mulai memasarkan Kerupuk tulang ikan Nila ini ke berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Anda tak perlu khawatir akan tertusuk duri ikan, karena duri ikan sudah lembut dan terasa renyah.

Dengan melimpahnya panen ikan Nila di sekitar sukaraja,sukabumi berbagai macam makanan berbahan ikan Nila banyak dijumpai. Tak ketinggalan pula, kelompok wanita tani saluyu memanfaatkan duri ikan,cucuk ikan Nila menjadi produksi makanan sebagai cemilan maupun makanan ringan.

Cara pembuatannya cukup mudah. Mula-mula, ikan Nila yg sudah dibersihkan dan diambil dagingnya maupun kepalanya yg sudah berupa duri,cucuk ikan dimasukan ke adonan berupa tepung serta bumbu2 racikan yg selanjautnya digoreng hingga kering,setelah dingin kembali digoreng kembali hingga lebih kering supaya renyah.

Pembuat Kerupuk duri ikan Nila, Nurhayati yg juga pimpinan Kelompok Wanita Tani Saluyu mengatakan membuat Kerupuk cucuk ikan Nila ini adalah memanfaatkan limbah ikan berupa duri,tulang nya yg biasa dibuang dg berbagai ramuan disulap menjadi Kerupuk tulang ikan Nila yg rasanya renyah garing serta aman dikonsumsi karena mengandung kalsium tinggi setara minum susu murni. Harga perbungkus kerupuk duri Nila ini dijual Rp.5000, perbungkus.

SOTO KALKUN RENDAH KOLESTEROL KAYA PROTEIN

Soto dengan daging ayam ataupun soto sapi mungkin sudah biasa kita nikmati, namun bagaimana jika soto dengan daging burung kalkun? Burung kalkun dikenal memiliki bulu indah dan berukuran cukup besar. Namun jangan kaget, saat dagingnya dibuat sebagai bahan utama soto, amaka Anda akan merasakan sensasi luar biasa. Mungkin terasa asing bagi kita, namun soto kalkun ini dikenal memiliki protein yang cukup tinggi serta rendah kolesterol sehingga sangat baik bagi kesehatan.

Meski termasuk menu soto baru di wilayah kabupaten semarang, namun soto kalkun ini, telah menyedot banyak sekali pelanggan yang penasaran dengan rasa soto kalkun. Dalam satu mangkuk soto kalkun ini, memang tampak sama dengan soto ayam maupun soto sapi, namun karena daging kalkun serta kaldu kalkun yang dipakai untuk racikan soto, tentu memiliki rasa yang berbeda dengan soto pada umumnya.

Para pelanggan yang mampir di warung soto kalkun dua ibu, yakni di Jalan Raya Semarang Jogjakarta, atau tepatnya di depan Terminal Bawen, rata rata menyukai rasa soto yang sedikit unik dengan rasa manis - gurih serta tekstur daging yang menyerupai daging sapi namun lebih empuk.

Ide unik untuk membuka warung soto kalkun ini, berawal dari sekedar coba-coba. Namun, permintaan terus meningkat sehingga dilanjutkan dengan mendirikan warung. Untuk merintis warung soto kalkun ini, Retno handayani (Pemilik warung), bersusah payah membangun peternakan kalkun, karena mahalnya harga kalkun di pasaran indonesia.

Karena daging kalkun ini berbeda dengan daging sapi atau ayam, maka proses memasaknya pun berbeda. Dengan bumbu jahe, sere, bawang putih serta lada, daging kalkun terlebih dahulu dimasak selama 2 jam lebih, agar daging kalkun terasa empuk, sementara air proses memasak kalkun digunakan sebagai kaldu kuah soto.

untuk satu porsi soto kalkun memang lebih mahal dari soto ayam maupun soto sapi, yaitu 7500 rupiah. Selain menyajikan soto kalkun sebagai menu utama, warung soto kalkun , juga menyajikan nasi goreng kalkun, serta sate kalkun.dengan harga sepuluh ribu rupiah serta tiga ribu lima ratus per tusuknya untuk sate kalkun.

WINGKO JAGUNG, COCOK UNTUK PENDERITA DIABETES

Ibu-Ibu rumah tangga di Lamongan, Jawa Timur berhasil membuat Wingko dengan kandungan gula dan kalori rendah. Dengan bahan Jagung, makanan khas warga lamongan ini aman dikonsumsi penderita diabetes. Selain itu, dengan bahan dasar jangung, cita rasa Wingko menjadi lebih sedap serta lebih empuk (06/04/2016.)

Jika anda penderita diabet dan ingin menikmati kue Wingko, kini tak perlu berkecil hati, karena sejumlah ibu rumah tangga didesa banyubang, kecamatan solokuro, lamongan berhasil membuat Wingko berbahan utama Jagung yang lain dari Wingko yang biasa dikenal selama ini. Sebenarnya, proses pembuatan Wingko dari bahan Jagung ini tidak jauh berbeda dengan membuat Wingko pada umumnya. Pada tahap awal, parutan kelapa dan tepung ketan dicampur hingga rata. Agar Wingko terasa empuk, adonan dicampur dengan air kelapa hangat. Untuk menguranggi banyaknya kalori serta kandungan gula, adonan Wingko dicampur dengan irisan Jagung. Campuran Jagung pada adonan Wingko ini berguna untuk menetralisir tingginya kandungan gula yang ada di dalam kue Wingko. Jumaroh, salah satu pembuat Wingko mengaku, ide awal pembuatan Wingko dari bahan Jagung ini berawal dari tingginya kandungan kalori yang ada di dalam kue Wingko pada umumnya, sehinga para pengemar wingo yang menderita diabetes enggan untuk mengkonsumsinya. “Memang Wingko Jagung ini sangat menyehatkan apalagi tanpa bahan pengawet. Jadi tak perlu khawatir ada efek negative”, ujar Jumaroh. Untuk satu buah Wingko rendah kalori ini dihargai dua ribu rupiah yang dijual disekitar kampung mereka. Selain Wingko, ibu rumah tangga dilamongan ini juga membuat puluhan jenis kue dengan mengunakan bahan dasar Jagung, seperti jelly Jagung, onde-onde Jagung, brondong Jagung dan lain sebagainya.

KUDA GOYANG, PERMAINAN TRADISIONAL YANG PENUH WARNA

Anda tentu masih ingat kuda goyang, mainan masa kanak-kanak. Bagaimana kabarnya ditengah produk mainan modern? Ternyata kuda goyang masih penuh warna meski digilas zaman. Mari kita lihat perajinan kuda goyang di Baturraden kabupaten banyumas jateng yang masih bertahan berproduksi.

Kuda goyang, siapa tak menenal mainan ini. Bentuknya yang khas dengan bandul pemberat sehingga bisa bergerak alami layaknya kuda saat berpacu. Warnanya yang terang juga menjadi daya tarik anak-anak. Anda tentu juga menyukai mainan ini saat masa kanak-kanak bukan.

Saat ini, kuda goyang masih menjadi mainan favorit meski mainan modern import menyerbu. Kuda goyang masih berani bersanding dengan mainan plastik import dari china ini misalnya.

Adalah Tarno, ayah satu anak yang masih menekuni usaha kerajinan mainan kuda goyang. Di bengkel kerja depan rumahnya di desa rempoah kecamatan baturraden kabupaten banyumas jateng, Tarno memproduksi sendiri. Mulai dari menyiapkan bahan baku papan triplek, semen, kawat dan cat, hingga ke pemasaran dor to dor ke kios, toko bahkan menggelar dagangan di event hiburan rakyat.

Cara pembuatannya sederhana, setelah triplek dibuat pola, lalu dipotong dengan gergaji sesuai alur pola. Lalu dihaluskan dengan pisau dan amplas, setelah diberi plamir lalu diberi bandul pemberat dari semen. Pemberat ini yang membuat kuda bergoyang alami seperti gerakan saat pacuan. Tahap terakhir mengecat, melukis organ joki dan kuda serta merangkainya di penyangga. Kuda sudah bisa bergoyang.

Usaha ini berawal dari membuatkan mainan untuk anaknya. Dari ini ide memproduksi dan memasarkan muncul. Kendalanya Tarno masih menggunakan alat sederhana sehingga jumlah produksi masih terbatas. Pun masalah klasik yakni modal sehingga tidak bisa memasok ke toko atau kios mainan dalam jumlah besar.

Dalam sepekan, Tarno bisa memproduksi hingga seribu buah kuda goyang dan mainan lain seperti delman mainan, alat musik mainan hingga truk dari kayu. Mainan kuda goyang dipasarkan hanya di sekitar kabupaten banyumas. Bahkan di hari minggu, Tarno yang sudah menekuni usaha ini 6 tahun lalu, menjajakan langsung di pusat keramaian seperti alun-alun dan gelanggang olah raga.

PANEN RAYA BUAH SRIKAYA DI LAHAN TANDUS

Para petani Srikaya di Desa Bluri Dan Tlogosadang Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur, menuai berkah dengan panen raya buah Srikaya yang mereka tanam di lahan kritis di desa mereka. Rata-rata, 5 sampai 10 Ton buah Srikaya mampu mereka jual setiap harinya dengan omset mencapai puluhan juta rupiah (04/04/2016.)

Bulan Maret hingga April 2016 ke depan adalah masa panen raya buah Srikaya. Setiap hari, mereka memanen dari pohon-pohon Srikaya yang sengaja mereka tanam di sela-sela tanaman jagung, cabe dan tanaman palawija lainnya, termasuk pula di pekarangan rumah. Desa Bluri dan Tlogo Sadang, selama ini memang di kenal sebagai sentra penghasil buah Srikaya terbesar di Lamongan. Ratusan hektar tanah di desa ini, di kenal tandus karena bercampur bebatuan kapur. Bahkan, di musim kemarau, areal pertanian di biarkan terlantar karena sulitnya mendapatkan air. Namun, sejak 5 tahun terakhir, warga mencoba menanam pohon Srikaya di lahan pertanian mereka. Hasilnya, setiap hari, mereka mampu memanen tak kurang dari 3 kwintal buah Srikaya untuk setiap hektarnya. Masa panen ini akan terus berlangsung hingga bulan akhir april ke depan. Menurut para petani, pohon Srikaya termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh di areal tanah tandus sekalipun. Bahkan, pohon Srikaya mampu bertahan pada musim kemarau panjang sekalipun. Karena itu, pohon Srikaya kemudian menjadi satu-satunya pilihan para petani untuk menopang perekonomian mereka. Di tingkat petani, harga jual Srikaya berkisar antara 300 hingga 800 Rupiah perbuah, tergantung kualitasnya. Sementara, di tingkat pedagang bisa mencapai antara 1000 hingga 1500 Rupiah perbuah. Di samping di jual langsung ke sejumlah kota-kota sekitar seperti Tuban dan Gresik, tak sedikit pula para pedagang yang datang ke desa ini untuk membeli langsung dari petani. Bahkan, tak jarang sebagian warga luar kota, sengaja datang ke desa ini untuk menikmati langsung buah Srikaya yang baru di petik dari pohonnya. Apalagi, buah Srikaya di kenal memiliki serat cukup tinggi sehingga sangat bagus untuk pencernaan. Para petani pun berharap, pemerintah setempat, menjadikan desa mereka, sebagai salah satu desa agrowisata, agar penjualan buah Srikaya semakin terbuka.