BUDIDAYA AYAM BEKISAR SECARA TRADISIONAL HASILKAN JUTAAN RUPIAH

Ayam Bekisar merupakan jenis Ayam hasil persilangan antara Ayam hutan dengan indukan Ayam kapung biasa, karena suaranya yang lantang dan warna yang menarik, tidak sedikit masyarakat yang memilih memelihara Ayam jenis ini untuk dijadikan hobby. Selain berfungsi sebagai hewan hias, Ayam Bekisar ini juga memiliki karakter suara yang khas hingga memiliki daya tarik tersendiri untuk diperlombakan.

Saat ini, proses pembiakan dengan cara tradisional sangat jarang terjadi, sebab, saat ini sudah banyak yang mengembangbiakkan secara kawin suntik. Namun, Abu Tholib warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek adalah salah satu peternak yang mengembangbiakkan Ayam Bekisar dengan cara tradisioanal. Berawal dari iseng, Abu Tholib, yang memulai usahanya sejak tahun 1992, mempunyai ide cemerlang, mengembangbiakkan Ayam Bekisar dengan cara tradisional atau kawin dodokan.

Pada proses kawin alami pejantan hanya dapat mengawini dua sampai tiga ekor indukan dalam satu musim kawin, selain itu proses kawin alami pada Ayam hutan tergolong sulit, peternak harus melewati masa penjodohan terlebih dahulu sebelum pejantan mengawini indukan yang telah dipersiapkan.

Karena keahlian yang dimiliki Abu Tholib, banyak peternak lain yang menggunakan jasanya untuk membiakan Bekisar dengan cara kawin dodokan, tidak tanggung tanggung ia bisa menjual 150 ekor perbulannya yang dipasarkan ke surabaya, madura, kediri bahkan sampai ke kalimantan, dan ia membandrol dengan harga termurah 200 ribu hingga 25 juta rupiah untuk Ayam Bekisar yang sudah jadi dengan suara merdu.

Selain menjadi ladang bisnis, upaya ini di lakukan Abu Tholib untuk melestarikan keturunan Ayam hutan yang saat ini sudah mulai punah.

0 comments:

Post a Comment