KUDA GOYANG, PERMAINAN TRADISIONAL YANG PENUH WARNA

Anda tentu masih ingat kuda goyang, mainan masa kanak-kanak. Bagaimana kabarnya ditengah produk mainan modern? Ternyata kuda goyang masih penuh warna meski digilas zaman. Mari kita lihat perajinan kuda goyang di Baturraden kabupaten banyumas jateng yang masih bertahan berproduksi.

Kuda goyang, siapa tak menenal mainan ini. Bentuknya yang khas dengan bandul pemberat sehingga bisa bergerak alami layaknya kuda saat berpacu. Warnanya yang terang juga menjadi daya tarik anak-anak. Anda tentu juga menyukai mainan ini saat masa kanak-kanak bukan.

Saat ini, kuda goyang masih menjadi mainan favorit meski mainan modern import menyerbu. Kuda goyang masih berani bersanding dengan mainan plastik import dari china ini misalnya.

Adalah Tarno, ayah satu anak yang masih menekuni usaha kerajinan mainan kuda goyang. Di bengkel kerja depan rumahnya di desa rempoah kecamatan baturraden kabupaten banyumas jateng, Tarno memproduksi sendiri. Mulai dari menyiapkan bahan baku papan triplek, semen, kawat dan cat, hingga ke pemasaran dor to dor ke kios, toko bahkan menggelar dagangan di event hiburan rakyat.

Cara pembuatannya sederhana, setelah triplek dibuat pola, lalu dipotong dengan gergaji sesuai alur pola. Lalu dihaluskan dengan pisau dan amplas, setelah diberi plamir lalu diberi bandul pemberat dari semen. Pemberat ini yang membuat kuda bergoyang alami seperti gerakan saat pacuan. Tahap terakhir mengecat, melukis organ joki dan kuda serta merangkainya di penyangga. Kuda sudah bisa bergoyang.

Usaha ini berawal dari membuatkan mainan untuk anaknya. Dari ini ide memproduksi dan memasarkan muncul. Kendalanya Tarno masih menggunakan alat sederhana sehingga jumlah produksi masih terbatas. Pun masalah klasik yakni modal sehingga tidak bisa memasok ke toko atau kios mainan dalam jumlah besar.

Dalam sepekan, Tarno bisa memproduksi hingga seribu buah kuda goyang dan mainan lain seperti delman mainan, alat musik mainan hingga truk dari kayu. Mainan kuda goyang dipasarkan hanya di sekitar kabupaten banyumas. Bahkan di hari minggu, Tarno yang sudah menekuni usaha ini 6 tahun lalu, menjajakan langsung di pusat keramaian seperti alun-alun dan gelanggang olah raga.

0 comments:

Post a Comment