BERNOSTALGIA DENGAN SUASANA WARUNG MAKAN TEMPO DOELOE

Aneka jenis makanan dan desain warung yang sengaja dipola dengan ornamen kuno mengingatkan kembali warga Lamongan pada kondisi 'tempoe doeloe'. Festival Lamongan Tempoe yang berlangsung selama dua hari di Alun-Alun Kota Lamongan (19-20/08/2016).

Aneka jenis makanan diantaranya Serabi, Tiwul, Gulali, Gaplek dan lain sebagainya banyak disajikan dalam festival ini. Bahkan, wadah seperti gelas dan piring pun juga menggunakan bahan yang terbuat dari bahan tanah liat.
Tak hanya itu, puluhan standar milik Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Lamongan ini sengaja didesain dengan bahan bambu dengan alat penerang lampu teplek.

Bupati Lamongan, H. Fadeli, MM, suasana dan jenis makanan yang disajikan di dalam Pameran sudah jarang sekali ditemukan. Kondisi ini juga bisa mengingatkan kita pada masa kecil dulu. "Selagi kita memperingati Hari Kemerdekaan, tak ada salahnya kita mengingat kembali kondisi saat masa-masa perjuangan dulu dengan kondisi serba sederhana", Ujar Bupati saat membuka pameran tadi malam.

Menyinggung tentang vitamin dan gizi, tak diperlukan diragukan lagi, karena bahan utama makanan tempoe doeloe terbuat dari bahan alami dengan proses alami pula. " Justru saat ini banyak orang yang kembali mengkonsumsi makanan kuno karena kesehatannya yang terjamin dari bahan dan proses memasak yang alami, tambah Bupati.

Sejak dibuka sore ini, ribuan warga mengunjungi berbagai stand untuk menikmati langsung makanan tempoe doeloe serta berbelanja sebagai oleh-oleh untuk keluarga.

0 comments:

Post a Comment