NENEK MANTAN KURIR SURAT PEJUANG YANG TERLUPAKAN

Banyak kisah-kisah heroik para pejuang yang berjasa dalam mewujudkan Kemerdekaan Indonesia dan kini perjuangan mereka terlupakan oleh generasi muda. Salah satunya adalah Soebekti (83 tahun), warga Jl. Dr. Wahidin 249 Kota Lamongan Jawa Timur (16/08/2016.)

Saat masa-masa perjuangan kemerdekaan tahun 1945, Nenek dengan 5 anak tersebut dulunya adalah seorang guru di Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro. Disela-sela kegiatannya sebagai guru, Soebekti diam-diam membantu tentara Indonesia dengan menjadi kurir surat dari pimpinan tentara saat itu.

Tentu hal ini bukan tugas ringan, mengingat surat rahasia yang dibawanya berisi perintah-perintah rahasia militer. "Saya harus berjalan kaki sejauh 40 km utk mengantarkan surat. Kadang, saya harus menceburkan diri ke sungai untuk menghindari patroli Belanda", ujar Nenek Soebekti.

Keberanian Soebekti bukan tanpa alasan,  selain jiwa nasionalisme yang tertanam di dadanya, suami sang Nenek adalah anggota tentara berpangkat Peltu bernama Kasboellah.

"Jika situasinya cukup genting, kami sekeluarga mengungsi ke daerah aman", kenang Soebekti.

Meski dengan bahasa yang kadang sulit dimengerti, namun, semangat perjuangannya masih terlihat dari Tutur katanya yang tegas dan tegar.

Kini, nenek Soebekti menghabiskan masa tuanya di rumahnya setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu.

Disetiap peringatan Hari Kemerdekaan, nenek Soebekti mendapat undangan kehormatan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menghadiri Upacara Detik-detik Kemerdekaan.

0 comments:

Post a Comment