BERZIARAH KE MAKAM SYEKH SITI JENAR

Untuk menuju Makam Syekh Siti Jenar, kita cukup mengikuti arah jalan menuju sebuah pusara di Desa Balong Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (24/12/2016.)

Tak ada yg istimewa dengan pusara tersebut, bahkan terkesan sederhana dan kurang terawat. Pohon-pohon besar berusia puluhan tahun mengelilingi lokasi pusara seluas kurang lebih 60 Meter persegi itu. Kondisi ini memang mirip dengan perjalanan hidup tokoh Manunggaling Kawulo Gusti tersebut yang terasing dari tokoh wali lainnya.

Mbah Nursid, juru kunci makam Siti Jenar mengatakan, ada 8 Makam yang tersebar di beberapa wilayah yang diklaim sebagai makam Siti Jenar. Namun, semuanya tidak memiliki bukti sejarah yang valid. Kepastian Makam yang ia jaga sebagai makam jasad tokoh wihdatul wujud tersebut berdasarkan penuturan dari orang tuanya secara turun temurun. Karena itu, kata Mbah Nursid, kembali pada keyakinan masing-masing.

Bagi kita, apakah Makam di desa Balong yang berjarak 37 km dari kota Jepara tersebut merupakan makam asli Syekh Siti Jenar atau bukan, itu tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah makam tersebut telah mengingatkan saya pada nilai keikhlasan dan kemurnian jiwa yang selalu diperjuangkannya melalui ajaran Manunggaling Kawulo Gusti, hingga beliau rela hidup terasing termasuk dihukum mati sekalipun.

Salah satu nasehat beliau yang terkenal dan bisa menjadi renungan kita adalah 'jiwa suci dan tenang jauh lebih berharga dari pada harta sebanyak apapun. Peliharalah kesucian dan ketenangan jiwa". Demikian tulisan yang tertera di spanduk Mushalla setempat.

0 comments:

Post a Comment