BERNOSTALGIA BERSAMA KOLEKTOR RADIO KUNO

Radio pada jaman dahulu sangat penting bagi masyarakat luas untuk mencari berbagai informasi. Namun dengan berkembangnya jaman, kini Radio Transistor sudah ditinggalkan.

Meski demikian, Muntowil, warga Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta terdapat menjadi kolektor Radio kuno.  Puluhan Radio koleksinya ini diburunya dari rumah-rumah didaerah pedesaan hingga ke pasar loak.


Di rumah yang sederhana, terdapat sedikitnya lima puluh Radio Transistor kuno yang berhasil di kumpulkan dan dikoleksinya sejak tahun 2006. Radio koleksinya tersebut semuanya berasal dari luar negeri, seperti osada, telesonic,national,senator,bensonic,dan masih banyak lagi lainya.

Dari kesekian banyak Radio, ada satu Radio yang unik keluaran tahun 1930 dengan merk Philips. Meski kini sudah tidak lagi menyala,namun Radio tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi pada jamannya. Radio tahun 30 yang didapat dari pasar loak masih terlihat orisinil, mulai dari bodi Radio, panel-panelnya, hingga mesin Radio masih semuanya orisinil.


Setiap mendengar ada seseorang memiliki Radio kuno yang belum dimilikinya maka bapak dua anak ini akan mencarinya sampai ketemu baik yang rusak maupun yang masih menyala. Dari 55 Radio koleksinya hanya 5 Radio yang masih menyala.sementara lainya rusak . Meski meski saat di dapat tidak menyala dirinya berniat menghidupakannya kembali .

Hobi uniknya mengoleksi Radio - Radio kuno ini berawal tahun 2006 ,saat dirinya berkunjung di rumah temannya di bantul.saat akan pulang kerumah, temannya memberikan Radio telesonik tahun 70an.sejak itulah, Muntowil tertarik dan mulai berpetualang mencari dan mengoleksi Radio, mulai pasar loak hingga ke rumah warga di daerah pedesaan di wilayah Yogyakarta bahkan hingga luar kota. Harga Radio tersebut dia dapat dari harga 150 ribu sampai 500 ribu rupiah tergantung dari penawarannya.


Kini rumah Muntowil yang dipenuhi Radio kuno ini mirip toko Radio tempo dulu. Selain Radio, ia juga mengkoleksi televisi kuno,meski hanya ada beberpa buah saja. Untuk kedepanya dirinya ingin terus mengoleksi, dan tidak akan menjual barang koleksinya karena Radio dan televisi tersebut dianggap memiliki sejarah dan patut untuk dirawat.





digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...